Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Ketua DPRK Aceh Tenggara Desak BPJN Bangun Jembatan Bailey di Natam

Banjir bandang yang menerjang Aceh Tenggara 27 November 2025 menyebabkan kerusakan jembatan, jalan, dan pemukiman penduduk.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Safriadi Syahbuddin
Serambinews.com/Asnawi Luwi
JEMBATAN NATAM - Jembatan Natam di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara ambruk diterjang banjir bandang pada Kamis 27 November 2025. Hingga Kamis (18/12/2025) belum ada jembatan darurat untuk menggantikan jembatan tersebut. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera membangun jembatan bailey di lokasi Jembatan Natam, Kecamatan Darul Hasanah yang putus karena diterjang banjir bandang 27 November 2025 lalu.

Denny menyebutkan banjir bandang yang menerjang Aceh Tenggara Kamis 27 November 2025 menyebabkan kerusakan jembatan, jalan, dan pemukiman penduduk serta fasilitas lainnya.

Tiga jembatan yang putus adalah:

  1. Jembatan Salim Pipit Kecamatan Babul Rahmah
  2. Jembatan Mbarung Kecamatan Lawe Alas
  3. Jembatan Natam Kecamatan Darul Hasanah

Ketiga jembatan tersebut putus akibat derasnya air di Sungai Alas dan Sungai Mamas. Selain itu, kata Denny, ada satu lagi jembatan yang hampir putus, yaitu Jembatan Silayakh Pedesi Kecamatan Bambel menuju Kecamatan Lawe Alas. Tapi jembatan ini sudah diperbaiki oleh Dinas PUPR Aceh Tenggara dan bisa digunakan oleh masyarakat.

Denny mendesak BPJN Aceh memprioritaskan pembangunan jembatan bailey di Natam. Sebab di sana mayoritas petani durian. Saat ini, petani durian di sana sedang panen raya. Jika jembatan bailey tidak dibangun, durian hasil panen bisa membusuk dan petani akan mengalami kerugian.

"Ini berdampak besar bagi perekonomian masyarakat di Aceh Tenggara, apalagi harga sembako sedang naik. Saya minta agar ini pembangunan jembatan bailey Natam diprioritaskan," kata Denny kepada Serambinews.com, Kamis (18/12/2025).

Baca juga: Banjir Bandang di Aceh Tenggara, 63 Rumah Warga Ketambe Hanyut Terseret Sungai Alas

Satu-satunya Akses ke Ibukota

Saat ini, harga durian di pasaran bervariasi antara harga Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per buah.

Biasanya, pagi-pagi sudah datang pembeli dari Medan langsung ke titik pengepul di perkebunan petani.

Namun, karena akses jalan yang rusak, proses penjualan durian dan komoditi lainnya terhambat.

Sejak jembatan putus, lanjut Sekretaris DPD Golkar Agara itu, petani yang mau menjual durian terpaksa menempuh jarak yang cukup jauh dan satu-satunya jalur untuk sampai ke pusat ibukota.

Yaitu melewati Jembatan Silayakh Pedesi Kecamatan Lawe Alas. Jaraknya sekitar 15 kilometer.

Selain jembatan bailey di Natam, Denny juga berharap jembatan-jembatan gantung di Kecamatan Ketambe yang putus, juga segera diperbaiki agar masyarakat bisa ke kebun untuk mengambil hasil panen.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved