Banjir Landa Aceh
Ketua DPRK Aceh Tenggara Desak BPJN Bangun Jembatan Bailey di Natam
Banjir bandang yang menerjang Aceh Tenggara 27 November 2025 menyebabkan kerusakan jembatan, jalan, dan pemukiman penduduk.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Safriadi Syahbuddin
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera membangun jembatan bailey di lokasi Jembatan Natam, Kecamatan Darul Hasanah yang putus karena diterjang banjir bandang 27 November 2025 lalu.
Denny menyebutkan banjir bandang yang menerjang Aceh Tenggara Kamis 27 November 2025 menyebabkan kerusakan jembatan, jalan, dan pemukiman penduduk serta fasilitas lainnya.
Tiga jembatan yang putus adalah:
- Jembatan Salim Pipit Kecamatan Babul Rahmah
- Jembatan Mbarung Kecamatan Lawe Alas
- Jembatan Natam Kecamatan Darul Hasanah
Ketiga jembatan tersebut putus akibat derasnya air di Sungai Alas dan Sungai Mamas. Selain itu, kata Denny, ada satu lagi jembatan yang hampir putus, yaitu Jembatan Silayakh Pedesi Kecamatan Bambel menuju Kecamatan Lawe Alas. Tapi jembatan ini sudah diperbaiki oleh Dinas PUPR Aceh Tenggara dan bisa digunakan oleh masyarakat.
Denny mendesak BPJN Aceh memprioritaskan pembangunan jembatan bailey di Natam. Sebab di sana mayoritas petani durian. Saat ini, petani durian di sana sedang panen raya. Jika jembatan bailey tidak dibangun, durian hasil panen bisa membusuk dan petani akan mengalami kerugian.
"Ini berdampak besar bagi perekonomian masyarakat di Aceh Tenggara, apalagi harga sembako sedang naik. Saya minta agar ini pembangunan jembatan bailey Natam diprioritaskan," kata Denny kepada Serambinews.com, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: Banjir Bandang di Aceh Tenggara, 63 Rumah Warga Ketambe Hanyut Terseret Sungai Alas
Satu-satunya Akses ke Ibukota
Saat ini, harga durian di pasaran bervariasi antara harga Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per buah.
Biasanya, pagi-pagi sudah datang pembeli dari Medan langsung ke titik pengepul di perkebunan petani.
Namun, karena akses jalan yang rusak, proses penjualan durian dan komoditi lainnya terhambat.
Sejak jembatan putus, lanjut Sekretaris DPD Golkar Agara itu, petani yang mau menjual durian terpaksa menempuh jarak yang cukup jauh dan satu-satunya jalur untuk sampai ke pusat ibukota.
Yaitu melewati Jembatan Silayakh Pedesi Kecamatan Lawe Alas. Jaraknya sekitar 15 kilometer.
Selain jembatan bailey di Natam, Denny juga berharap jembatan-jembatan gantung di Kecamatan Ketambe yang putus, juga segera diperbaiki agar masyarakat bisa ke kebun untuk mengambil hasil panen.(*)
Banjir Landa Aceh
Banjir Aceh Tenggara
bencana Aceh
Bencana Sumatera
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
| Data Pascabencana 100 Persen Sinkron Aceh Tengah Masuk Tahap Lanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jembatan-Natam-Aceh-Tenggara-Putus-Diterjang-Banjir-Bandang-November-2025.jpg)