Berita Aceh Utara
Peternak Aceh Utara Rugi hingga Rp130 Miliar, 131.586 Ekor Ternak Mati Diseret Banjir
Banjir di Aceh Utara menewaskan 131.586 ekor ternak dengan total kerugian mencapai Rp130,1 miliar.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Banjir di Aceh Utara menewaskan 131.586 ekor ternak dengan total kerugian mencapai Rp130,1 miliar.
- Kerugian terbesar berasal dari sapi, kambing, domba, ayam, dan itik yang mati atau hilang.
- Peternak berharap adanya bantuan pemerintah berupa kompensasi, bibit ternak, pakan darurat, dan layanan kesehatan hewan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kerugian yang dialami peternak dalam 27 kecamatan di Aceh Utara akibat kematian ribuan ternak diperkirakan mencapai Rp 130,1 miliar.
Nilai tersebut dihitung dari jumlah ternak mati dikalikan dengan harga rata-rata ternak yang dijual warga di tingkar desa kepada pedagang.
Data sementara yang diperoleh Serambinews.com dari Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Aceh Utara terungkap, jumlah sapi yang mati mencapai 9.458 ekor dan 129 ekor hilang.
Dengan estimasi harga Rp10 juta per ekor, kerugian dari ternak sapi saja mencapai Rp95,87 miliar.
Selain itu, 197 ekor kerbau juga mati terseret banjir, yang jika dihitung dengan harga yang sama, menimbulkan kerugian sekitar Rp1,97 miliar.
“Pada kelompok ternak kecil, dampak kerugian juga tidak kalah besar,” ujar Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, SE, MM yang akrab disapa Ayahwa kepada Serambinews.com, Selasa (23/12/2025).
Baca juga: 18 Ribu Ekor Ayam Mati Sebab Pemadaman Listrik, Peternak di Abdya Gugat PLN
Disebutkan Ayahwa, ada 15.017 ekor kambing mati dengan estimasi harga Rp1,5 juta per ekor, sehingga kerugian peternak mencapai Rp22,52 miliar.
Kemudian, sebanyak 3.030 ekor domba mati, dengan nilai kerugian sekitar Rp4,54 miliar.
“Bencana banjir turut melumpuhkan sektor unggas,” ujar Ayahwa.
Data sementara mengungkapkan, ada 67.556 ekor ayam dan 36.328 ekor itik dilaporkan mati akibat terendam banjir dan kekurangan pakan.
“Dengan asumsi harga rata-rata Rp50 ribu per ekor, kerugian dari ayam mencapai Rp3,37 miliar, sedangkan itik menyumbang kerugian sekitar Rp1,81 miliar,” ujarnya.
Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total kerugian peternak akibat kematian ternak mencapai sekitar Rp130 miliar.
Baca juga: Buntut Pemadaman Listrik, Peternak Ayam di Abdya Gugat PLN
Angka tersebut belum termasuk kerugian akibat ternak hilang, rusaknya kandang, peralatan peternakan, stok pakan, serta potensi penurunan pendapatan peternak dalam jangka panjang.
“Karena itu peternak kita berharap adanya intervensi dan bantuan pemerintah pusat," terang Bupati Aceh Utara.
"Baik dalam bentuk kompensasi ternak mati, bantuan bibit ternak, pakan darurat, maupun layanan kesehatan hewan, agar mereka dapat kembali bangkit dan melanjutkan usaha peternakan pascabanjir,” harap Ayahwa.(*)
peternak
peternak terdampak banjir
kerugian peternak
ternak
peternak Aceh Utara
Aceh Utara
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Tadzkiratul Ummah Aceh Safari Subuh di Masjid Syuhada Lhoksukon |
|
|---|
| Rumah Kayu di Dewantara Aceh Utara Ludes Terbakar |
|
|---|
| Sambangi Pasutri Miskin Tercatat Desil 8, Ketua PDI Perjuangan Aceh Utara: Perlu Validasi Ulang Data |
|
|---|
| Tiga Penyelundup Senpi ke Lapas Lhoksukon Dituntut 6 Tahun, Begini Perjalanan Kasusnya |
|
|---|
| Jaksa Tuntut Tiga Penyelundup Senpi ke Lapas Lhoksukon 6 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Aceh-Utara-Ismail-A-Jalil-yang-akrab-disapa-Ayahwa.jpg)