Jumat, 5 Juni 2026

Pojok Humam Hamid

Thailand: Bencana, dan Makna Permintaan Maaf Negara

Permintaan maaf kepala pemerintahan kerap dibaca secara dangkal sebagai gestur empati atau strategi

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Permintaan maaf negara, dalam konteks respons pasca-Siklon Senyar dan perbandingan dengan Thailand, bukanlah sekadar gestur empati atau strategi komunikasi, melainkan penanda etika kepemimpinan: bahwa negara bersedia menundukkan ego, mengakui tanggung jawab atas kerentanan yang diciptakannya, dan belajar darinya. 

Negara yang mampu melakukan itu bukan hanya memulihkan infrastruktur dan layanan publik, tetapi juga memperbaiki ikatan moral dengan rakyatnya. 

Di tengah krisis yang kian berulang akibat perubahan iklim dan kegagalan tata kelola, mungkin inilah bentuk kekuatan negara yang paling relevan - bukan kekuasaan yang defensif, melainkan kepemimpinan yang jujur, reflektif, dan berani berubah.

*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. 

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved