Jumat, 24 April 2026

Banjir Landa Aceh

112 Mahasiswa FAH UIN Ar-Raniry Diterjunkan ke Pidie Jaya dan Bireuen untuk KPM Kebencanaan

Rektor Prof. Dr. Mujiburrahman menekankan pentingnya semangat kemanusiaan dan empati sosial bagi mahasiswa selama berada di lokasi bencana.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
MAHASISWA KPM - Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh diterjunkan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, Aceh untuk menjalani Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 112 mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh diterjunkan ke wilayah terdampak banjir dalam rangka Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan.
  • Sebanyak 76 mahasiswa mengikuti gelombang pertama KPM Kebencanaan yang berlangsung selama 22 hari, mulai 25 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026.
  • Mereka disebar ke empat lokasi pengabdian, masing-masing dua titik di Pidie Jaya dan dua titik di Bireuen, yang merupakan daerah terdampak banjir 

 

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 112 mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh diterjunkan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, Aceh, dalam rangka Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan.

Mahasiswa dilepas secara resmi oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, di Posko Ar-Raniry Peduli, Rabu (24/12/2025).

Sebanyak 76 mahasiswa mengikuti gelombang pertama KPM Kebencanaan yang berlangsung selama 22 hari, mulai 25 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026.

Mereka disebar ke empat lokasi pengabdian, masing-masing dua titik di Pidie Jaya dan dua titik di Bireuen, yang merupakan daerah terdampak banjir dalam beberapa waktu terakhir.

Mahasiswa gelombang kedua dijadwalkan menyusul kemudian.

Dalam arahannya, Rektor Prof. Dr. Mujiburrahman menekankan pentingnya semangat kemanusiaan dan empati sosial bagi mahasiswa selama berada di lokasi bencana.

“Mahasiswa hadir untuk membantu masyarakat, bukan untuk wisata bencana. Kurangi swafoto dan hal-hal yang tidak perlu. Yang dibutuhkan masyarakat adalah empati, kepekaan, dan kerja nyata,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa UNIKI Bersihkan Meunasah dan Rumah Warga di Desa Pante Gajah

Rektor juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan, menyiapkan kebutuhan pribadi, serta menghormati adat dan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Mahasiswa adalah duta UIN Ar-Raniry. Jaga ibadah, sopan santun, dan perilaku selama berada di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin, M.Ag., Ph.D., menjelaskan bahwa selama KPM Kebencanaan, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembersihan balai gampong, pesantren, rumah warga, hingga lembaga sosial yang terdampak banjir.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Ar-Raniry, Nashriyah, menyatakan bahwa tim PSGA turut memberikan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.

Menurut Nashriyah, program KPM Tematik Kebencanaan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperkuat empati, kepekaan sosial, dan kepedulian kemanusiaan di wilayah rawan bencana.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved