Selasa, 2 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Fakultas Kedokteran USK Perkuat 24 Puskesmas Terdampak Siklon Tropis Senyar 2025

Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil memperkuat layanan kesehatan primer di 24 Puskesmas

Tayang:
Editor: IKL
for serambinews
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil memperkuat layanan kesehatan primer di 24 Puskesmas terdampak Siklon Tropis Senyar 2025 

SERAMBINEWS.COM - Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana yang dilaksanakan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil memperkuat layanan kesehatan primer di 24 Puskesmas terdampak Siklon Tropis Senyar 2025 melalui pengadaan paket alat kesehatan esensial di empat kabupaten di Aceh.

Inisiatif ini dirancang sebagai jembatan strategis dari fase tanggap darurat menuju pemulihan sistematis layanan kesehatan rutin di wilayah bencana.​ Program ini ketuai oleh Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, bersama tim dosen Fakultas Kedokteran (FK) dan Keperawatan (F.KEP) USK dan puluhan tenaga medis dari unsur Dokter dan mahasiswa.

Lebih lanjut program ini didanai oleh Direktorat jenderal riset dan pengembangan kementerian pendidikan tinggi, sains, dan teknologi

Latar belakang bencana

Provinsi Aceh dilanda Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025 yang memicu banjir bandang, longsor, kerusakan infrastruktur, serta menewaskan sedikitnya 173 jiwa, dengan 204 orang dilaporkan hilang dan lebih dari 97 ribu keluarga mengungsi.

Kerusakan Puskesmas, terputusnya akses jalan dan listrik, serta kondisi pengungsian yang padat dan sanitasi buruk menyebabkan layanan kesehatan primer lumpuh dan meningkatkan risiko penyakit menular seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit.​

Tujuan dan sasaran program

Program bertajuk “Pengadaan Alat Kesehatan dalam Rangka Akselerasi Revitalisasi 24 Puskesmas di Lokasi Bencana” ini menyasar Puskesmas di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya sebagai empat zona prioritas pemulihan.

Tujuannya adalah mengembalikan dan memperkuat fungsi Puskesmas sebagai tulang punggung layanan kesehatan primer pascabencana, khususnya untuk layanan kegawatdaruratan, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan gizi, dan pengelolaan penyakit kronis.​

Bentuk intervensi dan nilai bantuan

Melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan jejaring klaster kesehatan, tim Fakultas Kedokteran USK menyiapkan paket 12–16 item alat kesehatan non-konsumtif untuk tiap Puskesmas, termasuk stetoskop, tensimeter, pulse oksimeter, timbangan bayi dan dewasa, tabung oksigen 40 dan 7 liter, ambu bag, nebulizer, glucometer dan strip, doppler fetal, vaccine refrigerator, sterilizer medis, serta set partus.

Total nilai aset yang dialihkan mencapai ratusan juta rupiah, antara lain Rp336.505.000,00 di Aceh Tamiang, Rp129.425.000,00 di Aceh Tengah, Rp103.540.000,00 di Bener Meriah, dan Rp51.770.000,00 di Pidie Jaya, yang seluruhnya diserahkan melalui Berita Acara Serah Terima Aset (BAST) kepada mitra Puskesmas dan Dinas Kesehatan.​

Pelaksanaan dan tata kelola program

Kegiatan dilaksanakan pada 15–28 Desember 2025 melalui lima fase: sosialisasi dan koordinasi, pengadaan dan penyiapan logistik, distribusi dan serah terima, pelatihan dan pendampingan awal, serta evaluasi dan dokumentasi.

Serah terima aset dilakukan secara resmi di masing-masing kabupaten dengan pengesahan LPPM Universitas Syiah Kuala, sehingga alat yang diserahkan tercatat dalam sistem inventaris dan menjadi bagian dari rencana kontinjensi bencana daerah.​

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved