Jumat, 24 April 2026

Banjir Landa Aceh

Mobilisasi Tim Kesehatan USK Jangkau Wilayah Terisolasi Terdampak Siklon Senyar

USK mengerahkan Tim Kesehatan Satgas USK untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak Siklon Tropis

Editor: IKL
for serambinews
Universitas Syiah Kuala (USK) mengerahkan Tim Kesehatan Satgas USK untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak Siklon Tropis Senyar yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh 

SERAMBINEWS.COM,BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) mengerahkan Tim Kesehatan Satgas USK untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak Siklon Tropis Senyar yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 (Batch 2) yang difokuskan pada penguatan mobilisasi tenaga kesehatan, layanan mobile clinic, serta integrasi dengan Klaster Kesehatan.

Siklon Tropis Senyar yang terjadi pada akhir November 2025 memicu banjir bandang, longsor, dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Aceh, menyebabkan ribuan warga mengungsi dan meningkatnya risiko krisis kesehatan, terutama di daerah terpencil dan pengungsian yang sulit dijangkau.

 Kondisi tersebut mendorong perlunya respons kesehatan yang cepat, terkoordinasi, dan adaptif.

Dipimpin oleh dr. Ferry Dwi Kurniawan, Sp.P(K)., Ph.D., FAPSR, Tim Kesehatan Satgas USK melibatkan dosen lintas disiplin, dokter spesialis, dokter muda, residen, serta mahasiswa profesi kesehatan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan penyakit berbasis lingkungan, layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan gizi, penyakit kronis, serta dukungan kesehatan jiwa dan psikososial.

Wilayah sasaran program mencakup Kabupaten Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang, dengan pendekatan outreach dan mobile clinic dari posko kabupaten/kota menuju pengungsian dan desa-desa terpencil.

Selain pelayanan medis, tim juga menyalurkan logistik kesehatan esensial, alat pelindung diri, tenda pos kesehatan darurat, serta hygiene kit bagi masyarakat terdampak.

Pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit rujukan, BPBD, serta pemerintah daerah setempat. Kehadiran Tim Kesehatan Satgas USK diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan kesehatan lokal dan menekan dampak krisis kesehatan pascabencana.

Melalui inisiatif ini, USK menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam respons kebencanaan nasional, khususnya dalam mendukung layanan kesehatan darurat yang inklusif dan menjangkau wilayah paling rentan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved