Selasa, 2 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Pascabanjir, Batas Areal Sawah Milik Petani di Pidie Hilang Terkubur Lumpur

Tanah yang menutupi lahan pertanian setinggi 40 cm hingga 1 meter, yang sebagian mengandung pasir dan lumpur. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
LUMPUR TUTUPI SAWAH : Areal sawah di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Jumat (2/1/2026), masih tertutupi lumpur sisa banjir. Kementrian Pertanian RI akan membersihkan mulai Januari 2026. 

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Petani di Kabupaten Pidie akan terlambat menanam padi pada masa tanam atau MT rendengan. 

Hal itu karena hamparan sawah milik warga masih terendam lumpur banjir bandang, setinggi 40 cm hingga satu meter.

Tanah sisa banjir yang menimbun sawah mengandung pasir dan lumpur, sehingga harus dibuang karena terancam merusak tanaman padi. 

Pantauan Serambinews.com, Jumat (2/01/2026), areal sawah tertanam lumpur tersebar di sejumlah titik di Pidie.

Adalah di Kecamatan Kembang Tanjong, Adan dan Jojo, Kecamatan Mutiara Timur.

Juga di Beureueh, Kecamatan Mutiara. 

Sementara patani yang tidak berdampak banjir seperti di Kecamatan Glumpang Baro dan Glumpang Tiga telah menanam padi. 

Bahkan, umur tanaman padi 20 hari hingga satu bulan.

Begitu juga, di kecamatan lain di Pidie yang tidak terkena banjir telah menanam padi. 

Untuk diketahui, banjir bandang menerjang Pidie pada November 2025, akibat meluap dasar aliran sungai atau DAS Tiro, yang menumpahkan lumpur menerjang rumah warga hingga sarana publik.

Tak hanya itu, DAS Tiro membawa tumpukan kayu gelondongan dari pegunungan.

Kayu bulat ukuran besar dan kecil itu terangkut di jembatan Kembang Tanjong.

Akibat tumpukan kayu gelondongan yang nyangkut di jembatan, menyebabkan tingginya lumpur banjir yang meluber ke perkampungan warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved