Banjir Landa Aceh
Dampak Banjir, Masih Ada Wilayah Terisolir di Aceh, Pemerintah Pacu Distribusi Logistik via Udara
Ketua Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, M Nasir, mengatakan, hingga Sabtu (3/1/2026), penyaluran logistik via udara telah menj
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Selama 39 hari pascabanjir dan longsor di Aceh, pemerintah memaksimalkan jalur udara untuk menjangkau wilayah terisolir yang belum bisa diakses darat.
- Hingga Sabtu (3/1/2026), bantuan logistik udara telah menjangkau 52 kecamatan di 10 kabupaten/kota, disalurkan berdasarkan titik koordinat desa terdampak.
- Distribusi difokuskan ke gampong terisolir sambil terus membuka akses darat. Pemkab/Pemko diminta segera melaporkan koordinat wilayah terhambat agar bantuan tepat sasaran.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Selama 39 hari pascabanjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh, pemerintah terus memaksimalkan distribusi bantuan logistik melalui jalur udara menyusul masih adanya wilayah terisolir dan belum dapat diakses secara optimal melalui jalur darat.
Ketua Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, M Nasir, mengatakan, hingga Sabtu (3/1/2026), penyaluran logistik via udara telah menjangkau 52 kecamatan di 10 kabupaten/kota.
“Berdasarkan laporan yang diterima Posko hari ini, distribusi logistik via udara telah dilakukan ke 52 kecamatan.
Distribusi tersebut disesuaikan dengan titik koordinat desa yang berada dalam masing-masing kecamatan.
Dan hari ini distribusi masih terus dilakukan sesuai titik koordinat yang telah terdata,” kata M Nasir, Minggu (4/1/2026).
M Nasir yang juga Sekda Aceh menyebutkan, bahwa distribusi bantuan dilakukan berdasarkan titik koordinat desa terisolir yang tersebar di setiap kecamatan terdampak.
Baca juga: 283 Sekolah di Aceh Utara Siap Adakan Proses Belajar di Lantai, Kursi dan Meja Rusak Terendam Banjir
Adapun bantuan logistik yang dikirim melalui jalur udara pada Sabtu meliputi wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.
“Pengiriman bantuan via udara difokuskan ke gampong-gampong yang masih terisolir akibat terputusnya akses darat,” ujarnya.
Pemerintah Aceh, lanjut M Nasir, mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk segera menyampaikan koordinat wilayah yang belum dapat diakses secara maksimal agar distribusi bantuan dapat tepat sasaran.
“Disaat yang sama, pemerintah masih terus berupaya membuka kembali akses darat agar arus bantuan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih,” ucapnya.
Ia menambahkan, bahwa pemerintah berkomitmen dan terus memaksimalkan distribusi logistik ke seluruh wilayah terdampak, baik daerah yang masih terisolir maupun wilayah yang aksesnya telah terbuka. (*)
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
| Tim BNPB Data Lokasi Pembangunan Rumah Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
| Satgas PRR Aceh Siap Bangun 71 Huntap |
|
|---|
| Jembatan Bailey Kala Ili Difungsikan |
|
|---|
| Sudah Enam Bulan Tinggal di Gubuk Darurat, Puluhan Penyintas Banjir di Aceh Utara Belum Terima DTH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bantuan-03012026.jpg)