Minggu, 10 Mei 2026

Berita Bener Meriah

Status Burni Telong Turun Level, 1.659 Warga Kembali ke Rumah

Sebanyak 1.659 warga Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah resmi dipulangkan ke rumah masing-ma

Tayang:
Editor: mufti
Serambi Indonesia/Bustami
BURNI TELONG - Gunung Burni Telong 
Ringkasan Berita:
  • Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menurunkan status aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada)
  • Sebanyak 1.659 warga Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah resmi dipulangkan ke rumah masing-masing
  • Meski status sudah turun, PVMBG mengingatkan bahwa karakter Gunung Burni Telong sangat sensitif terhadap getaran tektonik, sehingga peningkatan aktivitas secara tiba-tiba masih mungkin terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak memasuki zona rawan.” ANDI SYAHPUTRA, Plt Camat Timang Gajah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Sebanyak 1.659 warga Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, yang sebelumnya mengungsi di area Universitas Syiah Kuala (USK), resmi dipulangkan ke rumah masing-masing, Minggu (4/1/2026).

Pemulangan itu dilakukan menyusul keputusan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menurunkan status aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) sejak Sabtu (3/1/2026) pukul 14.00 WIB.

Plt Camat Timang Gajah, Andi Syahputra SE MSi, mengonfirmasikan, total pengungsi yang kembali terdiri dari 538 kepala keluarga (KK). Ia memastikan proses mobilisasi berjalan tertib berkat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan relawan.

"Warga dipulangkan setelah adanya penurunan status resmi. Selama di pengungsian, kami memastikan kebutuhan logistik dan kesehatan warga terpenuhi dengan baik," ujar Andi.

Penurunan status ini diambil setelah tim ahli PVMBG melakukan pengamatan mendalam terhadap fluktuasi kegempaan yang sempat melonjak pada akhir Desember 2025.

Sebagai informasi, Gunung Burni Telong yang berada di ketinggian 2.624 mdpl sempat ditetapkan berstatus Siaga pada 30 Desember 2025. Saat itu, tercatat terjadi 20 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dan 43 kali gempa vulkanik dalam (VA), yang dipicu oleh aktivitas tektonik di sekitar kawasan tersebut.

Namun, berdasarkan pengamatan terbaru hingga 3 Januari 2026, aktivitas mulai melandai. Gempa vulkanik dangkal hanya terjadi sebanyak 3 kali, gempa vulkanik dalam sebanyak 11 kali. Sementara secara visual kawah Gunung Burni Telong juga tidak terpantau mengeluarkan asap. 

Meski status sudah turun, PVMBG mengingatkan bahwa karakter Gunung Burni Telong sangat sensitif terhadap getaran tektonik, sehingga peningkatan aktivitas secara tiba-tiba masih mungkin terjadi.

Pemerintah daerah dan badan geologi juga mengeluarkan rekomendasi ketat, di mana masyarakat, pengunjung dan pendaki dilarang mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer. Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas di area fumarol dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan, guna menghindari risiko gas beracun.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak memasuki zona rawan, dan hanya memercayai informasi resmi agar tidak termakan isu hoaks," pungkas Andi.(mi)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved