Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Kacabdisdik Aceh Timur Minta Kampus di Aceh Bebaskan SPP Mahasiswa serta Maba Korban Banjir

kepada pihak-pihak yang mengelola PTN dan PTS yang ada di Provinsi Aceh agar membebaskan mahasiswa dan calon mahasiswa baru untuk digratiskan SPP

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Kepala Cabang Dinas (Kacabdisdik) Wlayah Aceh Tmur, Ramatsah Putra SPd MSM, saat membersihkan sekolah SMK 1 Pante Bidari, dalam beberapa waktu lalu. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kepala Cabang Dinas (Kacabdisdik) Wlayah Aceh Tmur, Ramatsah Putra SPd MSM meminta kepada pihak rektorat Univsersitas Syiah Kuala (USK) untuk membebaskan SPP bagi mahasiswa dan calon mahasiswa baru (Maba)

Hal itu disampaikan oleh Rahmatsah Putra kepada media ini, Selasa (6/1/2026) yang mengatakan, saat ini banyak daerah yang terjadi musibah banjir bandang dan tanah longsor.

"Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara merupakan daerah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor," ujarnya.

Oleh karena itu Rahmatsah meminta, bagi pihak USK menggratiskan atau membebaskan SPP bagi mahasiswa dan mahasiswa baru yang rumahnya terkena banjir bandang dan tanah longsor di daerah tersebut.

Baca juga: Membangun Ketahanan Banjir di Aceh Tamiang

Katanya, bukan saja pihak USK, tapi pihak UIN Ar-Raniry, Unimal, Unsam, UTU, Politeknik Negeri Lhokseumawe  dan beberapa PTS lainnya di Aceh memperhatikan mahasiswa dan mahasiswa baru tahun akademik 2027/2028.

"Mereka sudah kehilangan harta bendanya di beberapa daerah, oleh karena itu pihak kampus baik yang PTN atau PTS membebaskan SPP bagi mereka, bahkan mencari sumber beasiswa bagi para korban," pinta Rahmatsah.

Dijelaskannya, bukankah sekarang adanya PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) yaitu Perguruan Tinggi Negeri yang diberikan otonomi lebih luas oleh pemerintah untuk mengelola akademik dan non-akademik secara mandiri.

Dikatakannya, bahkan termasuk keuangan dan sumber daya, sehingga memiliki keleluasaan lebih besar untuk bersaing secara global, berbeda dengan PTN-BLU (Badan Layanan Umum) atau PTN-Satker yang lebih terikat pada regulasi kementerian.

Baca juga: Derita Warga Alue Kuta Jangka Bireuen, Rumah Hanyut Ke Laut, Jembatan Putus, Tiang Listrik Tumbang

Rahmatsah menuturkan, status ini memberikan kemandirian tata kelola, namun tetap wajib bertanggung jawab kepada publik dan pemerintah, mirip dengan BUMN.

Rahmatsah menungkapkan, selama ini pihak sekolah sudah melaksanakan kewajibannya sepeti pengisi PDSS, melaksanakan UTBK, UTBS dan lain sebagainya yang diwajibkan oleh pihak kampus.

Sekarang ini ucap Rahmatsah, banyak musibah yang terjadi bagi keluarga mahasiswa dan banyak sekolah di daerah yang mengalami kerusakan, selain itu korbannya adalah siswa itu sendiri.

"Kita melihat hanya pakaian di badan saja yang tersisa yang dipakai oleh siswa, sedangkan peralatan lainnya sudah hanyut di bawa oleh air banjir, proses kegiatan belajar saja terhalang," ujarnya.

Beasiswa untuk korban banjir

Apalagi, tambah Rahmatsah, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi terasa sangat sulit.

Bagi para siswa ingin sekali melanjutkan pendidikan ke PTN atau PTS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved