Minggu, 3 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

505 Ton Bantuan Kemanusiaan Mengalir Lewat Pelabuhan Ulee Lheue Selama Tanggap Darurat

Dalam kurun waktu sebulan pascabencana, ratusan ton logistik dan ribuan pergerakan angkutan telah disalurkan melalui pelabuhan milik Pemerintah...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Rianza Alfandi
PELABUHAN ULEE LHEUE — Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh menjadi salah satu gerbang utama distribusi bantuan kemanusiaan selama masa tanggap darurat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu. Gambar direkam beberapa waktu lalu.   

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh menjadi salah satu gerbang utama distribusi bantuan kemanusiaan selama masa tanggap darurat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu. 

Dalam kurun waktu sebulan pascabencana, ratusan ton logistik dan ribuan pergerakan angkutan telah disalurkan melalui pelabuhan milik Pemerintah Aceh itu.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyebutkan bahwa hingga 29 Desember 2025 total bantuan yang didistribusikan melalui Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue mencapai 505 ton barang dan logistik.

“Pengiriman bantuan pertama kali dimulai pada tanggal 30 November 2025 menggunakan kapal Express Bahari 2F,” kata Murthalamuddin, Jumat (9/1/2026).

Menurut Murthalamuddin, berdasarkan laporan Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Aceh, Husaini Jamil, selain logistik, pelabuhan ini juga melayani pergerakan 890 penumpang selama masa tanggap darurat baik ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Pelabuhan Langsa maupun sebaliknya.

Dukungan transportasi darat turut mendominasi pengiriman bantuan, dengan rincian 67 unit kendaraan roda dua, 15 unit kendaraan roda empat, 136 unit skid tank BBG, serta 8 unit mobil tangki.

Murthalamuddin juga menjelaskan, seluruh operasional pelabuhan dijalankan secara terkoordinasi dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayanan. 

Selain itu, proses distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan terjadwal menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

“Seluruh bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap dan terjadwal sesuai dengan kebutuhan lapangan melalui koordinasi lintas instansi guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Jalan di Pidie Jaya Masih Berlumpur, Tiga Menteri Serahkan Dana Rp 100 Juta & Sembako

Murthalamuddin menegaskan, peran Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue sangat strategis dalam memastikan logistik kemanusiaan dapat tiba tepat waktu di daerah terdampak, sekaligus menjaga kesinambungan bantuan selama masa darurat bencana.

"Ketika akses darat putus saat banjir, pelabuhan ini sangat berperan penting menyalurkan bantuan untuk saudara-saudara kita di wilayah terdampak banjir dan longsor," pungkasnya.(*)

 

 

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved