Senin, 1 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Seluas 4.943 Hektare Tambak di Bireuen Rusak Dihantam Banjir

Disebutkan, sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir khususnya di Kabupaten Bireuen ada 4.943 hektare dengan berbagai kondisi...

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
TAMBAK RUSAK – Areal tambak udang di Monkeulayu, Gandapura, Bireuen rusak parah. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dampak banjir bandang Bireuen di sektor perikanan sangat berat, usaha tambak hancur.

Diketahui, luas tambak yang rusak mencapai 4.943 hektare.

Selain itu berbagai infrastruktur lainnya ikut hancur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan, Ir M Jafar MM kepada Serambinews.com, Sabtu (10/1/2026) terkait dampak di sektor perikanan.

Disebutkan, sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir khususnya di Kabupaten Bireuen ada 4.943 hektare dengan berbagai kondisi ada yang hanya terendam air.

Ada yang pematang tambak longsor dan tertimbun lumpur sedikit, ada memang habis tertimbun lumpur dan bahkan hilang jadi muara.

M Jafar merincikan, hasil pendataan yang dilakukan timnya,  tambak rusak berat sekali mencapai 311,99 hektare, rusak berat 695,37 hektare, rusak sedang mencapai 1.321,02 hektare dan rusak ringan mencapai 2.614,95 hektare. 

Komoditas terdampak dari hancurnya tambak mulai dari udang, nila, lele, bandeng, kakap dan kerapu.

Selain tambak katanya, sebanyak 19 jembatan pada ruas jalan untuk usaha tambak dan budidaya putus.

Baca juga: Tiga Menteri Kunjungi Tambak di Alue Kuta Jangka-Bireuen, Zulhas Sebut Pemerintah akan Kaji Bantuan

Kemudian saluran sepanjang 170,87 Km  ikut rusak.

Satu unit Balai Benih Ikan (BBI) juga rusak.

Selain itu, hatchery atau tempat pembibitan benih ikan skala rumah tangga 2 unit ikut rusak, jalan
produksi lingkungan budidaya ikan sepanjang 8.376 meter juga ikut rusak dihantam banjir.

Kemudian tambahnya, ada 3 unit pembenihan rakyat ikut hancur.

M Jafar menambahkan, sektor perikanan tangkap juga sangat terdampak, nelayan terdampak banjir bandang mencapai 644 orang, kapal, perahu maupun motor hilang dan rusak berat mencapai 110 unit,
rusak ringan tercatat  113 unit, alat tangkap rusak dan hilang mencapai 415 unit.

Seterusnya bidang pengolahan Unit Pengolahan Ikan (UPI) terdampak banjir mencapai 7 unit, unit Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) mencapai 228 unit dan lahan garam terdampak mencapai
1000 meter.

Dari berbagai kerusakan bidang perikanan, pelaku usaha yang terdampak mencapai 4.717 orang.

Baca juga: Ribuan Hektar Tambak di Bireuen Rusak, Warga Bertahan dengan Harapan

Kunjungan Menteri

KUNJUNGAN MENTERI - Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan, Dr Budi Santoso MSi dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono sekitar pukul 06.20 WIB didampingi pejabat lainnya termasuk Kadis Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen, Jumat (9/1/2026) kunjungi kawasan terdampak banjir di Desa Alue Kuta Jangka.
KUNJUNGAN MENTERI - Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan, Dr Budi Santoso MSi dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono sekitar pukul 06.20 WIB didampingi pejabat lainnya termasuk Kadis Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen, Jumat (9/1/2026) kunjungi kawasan terdampak banjir di Desa Alue Kuta Jangka. (Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO)

Kemarin katanya, tiga menteri yaitu Menkopangan, Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan, Dr Budi Santoso MSi dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, Jumat (9/1/2026) kunjungi kawasan terdampak banjir di Desa Alue Kuta Jangka.

Dalam kunjungan tersebut juga didampingi Direktur Sarana dan Prasarana, Ditjen Perikanan Budidaya, Kementerian KKP, Ir Ujang Kamaruddin MSc dan Ditjen Perikanan Budidaya, TB Haeru Rahayu.

Para menteri  sudah melihat langsung kondisinya dampak bencana hydro meteorologi tersebut dan tentunya berharap juga segera ada skema penanganan dan pembudidaya semakin cepat pulih perekonomiannya.

Dampak bencana banjir itu sebagian besar mengungsi dan kondisi rumahnya juga tertimbun lumpur
dan tanah terbawa banjir.

Sehingga menjelang bulan suci ramadhan kami mengupayakan ada program dapat memberdayakan petani tambak seperti, pekerjaan normalisasi saluran tersumbat yang bisa dilakukan oleh tenaga manusia tanpa harus alat berat ini diberlakukan masyarakat setempat untuk bekerja agar mereka punya penghasilan.

Dalam kunjungan Menteri KKP  juga menjanjikan ada bantuan jadup dan berharap  agar
bantuan ini bisa segera terealisasi untuk petani tambak.

“Dalam kunjungan tersebut, kita juga tadi sudah sampaikan kepada bapak Dirjen Budidaya bagi tambak rusak ringan segera dibantu jadi bisa berproduksi,” jelasnya. (*)

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved