Minggu, 12 April 2026

Berita Abdya

Kembali Terulang, Pencurian Meteran Air Semakin Resahkan Warga Abdya

“Sebelumnya juga pernah dicuri sekitar enam unit. Sekarang sembilan unit lagi milik warga dan satu di kantor keuchik,” kata Maidi, Sabtu (10/1/2026).

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
METERAN AIR - Kondisi box meteran air di salah satu rumah warga Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) setelah dicuri pada Sabtu dini hari (10/1/2026).    

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kasus pencurian meteran air kembali terjadi di Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). 

Peristiwa itu diduga berlangsung pada, Sabtu dini hari (10/1/2026).

Ini merupakan pencurian kedua dalam beberapa bulan terakhir, dengan jumlah barang hilang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Keuchik Lhung Asan, Maidi, mengatakan pelaku mencuri sembilan unit meteran air milik warga serta satu unit meteran yang terpasang di kantor keuchik. 

Seluruh meteran tersebut, kata Maidi, merupakan bagian dari program jaringan air bersih yang baru selesai dipasang pada akhir 2025.

“Sebelumnya juga pernah dicuri sekitar enam unit. Sekarang sembilan unit lagi milik warga dan satu di kantor keuchik,” kata Maidi, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Maidi, jaringan air bersih di gampong itu hingga kini belum difungsikan, meski seluruh meteran sudah terpasang.

 Kondisi tersebut diduga membuat meteran rawan menjadi sasaran pencurian.

“Meterannya sudah terpasang, tapi air memang belum mengalir,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kasus pencurian ini telah dilaporkan kepada Perumdam Tirta Abdya serta perusahaan pelaksana proyek pemasangan jaringan air bersih. 

"Kita berharap ada evaluasi dan pengamanan tambahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ujarnya.

Baca juga: Kabur dari Rutan, Kejari Subulussalam Tangkap DPO Terdakwa Pencurian

Warga Telah Lama Menunggu Air Bersih

Menurut keterangan warganya,  peristiwa itu membuat warga semakin kecewa.

Mereka telah lama menunggu akses air bersih, bahkan mendapat informasi air akan dialirkan menjelang Ramadhan.

Pihaknya mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

Selain menimbulkan kerugian materi, pencurian meteran air dinilai berpotensi menghambat pelayanan dasar masyarakat.

“Kalau ini terus terjadi, program air bersih bisa gagal,” pungkas Maidi. (*)

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved