Minggu, 31 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Tamiang Dimulai Februari 2026

Maruarar menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembangunan hunian tetap telah disiapkan secara komprehensif.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mulai dilaksanakan pada Februari 2026.
  • Aceh Tamiang menjadi daerah pertama yang siap memulai pembangunan setelah menyampaikan surat kesiapan kepada pemerintah pusat.
  • Menteri PKP Maruarar menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembangunan hunian tetap telah disiapkan secara komprehensif.

 

BANDA ACEH – Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mulai dilaksanakan pada Februari 2026.

Aceh Tamiang menjadi daerah pertama yang siap memulai pembangunan setelah menyampaikan surat kesiapan kepada pemerintah pusat.

“Kami mengusulkan agar Februari sudah bisa mulai pelaksanaan. Kami siap memulai dari Aceh Tamiang yang sudah lebih dulu mengirimkan surat kesiapan,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat rapat bersama Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Maruarar menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembangunan hunian tetap telah disiapkan secara komprehensif.

Proses tersebut meliputi penetapan lokasi yang clear and clean, penyusunan data by name by address (BNBA), penyusunan detail engineering design (DED), hingga tahapan lelang dan pembangunan fisik.

“Kami sudah siap. Saat ini kami berada di tahap paling ujung, yaitu pembangunan hunian tetap,” kata Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait.

Baca juga: VIDEO Warga Korban Banjir Bandang di Ulee Ceue Jangka Butuh Huntap

189.308 Rumah Rusak

Berdasarkan data per Jumat (9/1/2026) pukul 17.00 WIB, total rumah terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencapai sekitar 189.308 unit.

Di Provinsi Aceh tercatat 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rusak sedang, 29.527 rusak berat, serta 13.969 rumah hanyut.

Sementara itu, di Sumatera Utara terdapat 18.341 rumah rusak ringan, 3.616 rusak sedang, 5.149 rusak berat, dan 937 rumah hanyut.

Adapun di Sumatera Barat tercatat 6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, serta 791 rumah hanyut.

Untuk mendukung relokasi warga terdampak bencana, pemerintah telah menyiapkan 197 titik lahan di tiga provinsi tersebut.

Khusus di Aceh, tersedia 153 titik lahan relokasi dengan total luas sekitar 473,09 hektare.

 Lahan tersebut berasal dari pemerintah daerah, lahan negara, BUMN/BUMD, pihak swasta, serta lahan yang masih dalam tahap identifikasi.

Selain Aceh, pemerintah juga menyiapkan 16 lokasi lahan relokasi di Sumatera Utara dengan luas sekitar 58 hektare dan 28 lokasi di Sumatera Barat seluas 53 hektare.

Baca juga: Masih Menumpang hingga Tinggal di Gubuk,Puluhan Korban Banjir Bandang di Jangka-Bireuen Butuh Huntap

Harus Punya 3 Kriteria

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved