Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Legislator Kembali Sorot Mahalnya Harga Tiket Pesawat Aceh-Jakarta

Munawar menyebut bahwa persoalan mahalnya harga tiket pesawat bukan hal baru di Aceh, tapi sudah berlangsung lama. 

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Amirullah
Serambinews.com/HO
Anggota DPRA Fraksi PKB Munawar Ngohwan kembali menyoroti mahalnya harga tiket pesawat rute Aceh–Jakarta yang dinilai sudah lama memberatkan masyarakat. Ia menyebut warga Aceh bahkan kerap memilih terbang ke Jakarta lewat Malaysia karena ongkos lebih murah, serta mendesak pemerintah segera menghadirkan solusi konkret. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi PKB Munawar Ngohwan kembali menyorot mahalnya harga tiket pesawat dari Aceh ke Jakarta.

Sebenarnya, keluhan yang sama juga pernah disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Presiden Prabowo Subianto saat mengirim relawan bencana ke Aceh.

Munawar menyebut bahwa persoalan mahalnya harga tiket pesawat bukan hal baru di Aceh, tapi sudah berlangsung lama. 

Bahkan, ramai warga Aceh harus pakai paspor ke Jakarta. Yaitu, memilih pergi ke Jakarta lewat Malaysia, karena ongkosnya lebih murah. 

"Apa yang disampaikan Menkes, itulah potret yang dirasakan masyarakat Aceh selama ini saat hendak ke Jakarta," katanya.

Sayangnya, persoalan ini seperti tidak ada solusi. Harga tiket tetap melambung tinggi bagi warga Tanoh Rencong, daerah penyumbang pesawat pertama untuk Republik ini. 

Contohnya hari ini, rata-rata harga tiket pesawat dari Aceh ke Jakarta mencapai Rp 2 juta lebih, bahkan hampir menyentuh Rp 3 juta. 

"Kita minta pemerintah untuk mencari solusi konkrit atas masalah ini. Masa pergi ke ibukota negara sendiri lebih mahal daripada ke negara lain," tukasnya.

Menkes Ngeluh Harga Tiket Pesawat ke Aceh Mahal, Relawan Harus Muter ke Malaysia Dulu

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat menuju Aceh yang dinilai menyulitkan pengiriman relawan kesehatan untuk membantu korban banjir dan longsor.

Akibat tingginya biaya penerbangan langsung ke Aceh, Kementerian Kesehatan terpaksa mengirim relawan melalui Malaysia terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah terdampak bencana.

Keluhan tersebut disampaikan Budi dalam rapat antara DPR dan pemerintah yang digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).

“Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia. Tiketnya bisa Rp 2 juta, Rp 3 juta,” ujar Budi.

Namun, keputusan mengirim relawan melalui Malaysia justru menimbulkan kesalahpahaman di media sosial. Kehadiran ratusan relawan Kemenkes yang masuk dari Malaysia sempat viral dan dikira sebagai relawan asal negara tersebut.

“Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di IG, ‘alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang’. Jadi kan kita juga jadi enggak enak gitu disangkanya,” jelasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved