Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bireuen

Lantai Patah Diganti, Jembatan Kutablang Dibuka Lagi, BPJN: Tonase Dibatasi

Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang, Bireuen kembali dibuka Jumat siang setelah lantai patah diganti.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
JEMBATAN KUTABLANG – Sejumlah truk pada Jumat (16/1/2026) siang, bergerak melintasi jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen yang sempat ditutup dari pagi hingga siang. 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang, Bireuen kembali dibuka Jumat siang setelah lantai patah diganti.
  • Sebelumnya ditutup karena kerusakan beton, antrean kendaraan sempat mengular hingga 1 km.
  • BPJN mengingatkan truk agar tidak membawa muatan lebih dari 30 ton demi menjaga jembatan sementara.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jembatan Krueng Tingkeum di Kutablang, Bireuen yang menjadi jalur utama lintasan Banda Aceh–Medan, kembali dapat dilintasi kendaraan pada Jumat (16/1/2026) siang. 

Sebelumnya, jembatan tersebut sempat ditutup sejak pagi hari untuk kendaraan roda empat maupun roda dua akibat kerusakan pada lantai jembatan.

Penutupan dilakukan setelah dua papan lantai dari plat beton pada segmen 8 jembatan mengalami kerusakan.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1 segera melakukan perbaikan dengan mengganti lantai yang rusak.

Setelah pekerjaan selesai, sekitar pukul 13.00 WIB, jembatan kembali dibuka untuk semua jenis kendaraan.

Pantauan wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris di lapangan menunjukkan, begitu jembatan dibuka, kendaraan yang sebelumnya mengantre panjang mulai bergerak satu per satu melintasi jembatan.

Baca juga: Ini Penyebab Jembatan Kutablang Bireuen Ditutup Lagi, Usai Ambruk Diterjang Banjir

Truk-truk besar yang sudah menunggu sejak pukul 08.30 WIB, dari arah Peusangan akhirnya dapat melintas.

Begitu pula kendaraan dari arah timur jembatan, yang bergerak dengan sistem buka tutup.

Arus lalu lintas kembali lancar meski masih diberlakukan sistem buka tutup sekitar 30 menit, menyesuaikan kondisi di lapangan.

Saat jembatan ditutup, antrean kendaraan sempat mencapai lebih dari 1 kilometer, didominasi truk besar. 

Sementara itu, sebagian minibus memilih jalur alternatif melalui jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup, Peusangan, untuk menghindari kemacetan panjang.

Baca juga: Putus Akibat Banjir, Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey Baroh Bugeng Aceh Timur

Batasi Tonase Kendaraan

Asisten Barang Milik Negara (BMN) BPJN Aceh Satker Wilayah 1, Fachruddin menjelaskan, bahwa kerusakan lantai jembatan diduga akibat kendaraan yang melintas dengan muatan berlebih (overload). 

Ia mengingatkan agar para pengemudi truk mematuhi aturan tonase demi menjaga kondisi jembatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved