Kamis, 7 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

128 Huntara Mulai Dibangun untuk Pengungsi di Beutong Ateuh Nagan, Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Setelah Kuta Tengoh, pembangunan huntara akan dilanjutkan ke Desa Babah Suak, Blang Puuk, dan Blang Meurandeh.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok BPBD
HUNTARA - Pembangunan hunian sementara (Huntara) di Beutong Ateuh, Nagan Raya, Minggu (18/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah mulai membangun hunian sementara (Huntara) bagi para pengungsi korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
  • Pembangunan huntara tersebut ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan.
  • Sebanyak 128 unit huntara akan dibangun secara bertahap, dimulai dari Desa Kuta Tengoh. Setiap unit huntara nantinya akan dihuni oleh lima kepala keluarga (KK).

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Pemerintah mulai membangun hunian sementara (Huntara) bagi para pengungsi korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Pembangunan huntara tersebut ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan.

Sebanyak 128 unit huntara akan dibangun secara bertahap, dimulai dari Desa Kuta Tengoh. Setiap unit huntara nantinya akan dihuni oleh lima kepala keluarga (KK).

Setelah Kuta Tengoh, pembangunan huntara akan dilanjutkan ke Desa Babah Suak, Blang Puuk, dan Blang Meurandeh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, Irfanda Rinadi, mengatakan proses pembangunan huntara saat ini sudah berjalan dan berlangsung lancar.

“Saat ini pembangunan huntara sudah dimulai di Kuta Tengoh dan akan berlanjut ke desa-desa lainnya. Targetnya sebelum Ramadhan seluruh huntara ini bisa rampung,” kata Irfanda kepada Serambinews.com.

Baca juga: Begini Sudah Progres Pembersihan Jalan Utama dan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Meski demikian, Irfanda mengakui terdapat kendala dalam proses pembangunan, khususnya pada mobilisasi material ke lokasi.

Akses jalan menuju Beutong Ateuh yang melintasi kawasan Gunung Singah Mata dinilai cukup terjal dan sulit dilalui kendaraan besar.

“Material yang tiba harus dilansir menggunakan kendaraan yang lebih kecil, sehingga pengangkutan ke lokasi membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya.

Usul 674 Rumah

Sementara itu, Irfanda juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah mengusulkan pembangunan 674 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang Beutong Ateuh kepada pemerintah pusat.

“Usulan pembangunan huntap sudah kita sampaikan. Saat ini para korban masih tinggal di tenda sambil menunggu pembangunan huntara selesai,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved