Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Berita Bireuen

Pasca Banjir, Desa Blang Mee Kutablang Makin Terancam Abrasi Sungai

Pasca banjir bandang akhir 2025, Desa Blang Mee Kutablang masih terancam abrasi sungai.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
ANCAMAN ABRASI - Sejumlah rumah di pinggir sungai kawasan Desa Blang Mee, Kutablang, Bireuen mulai jatuh ke sungai dan belasan unit lainnya terancam ambruk dikikis abrasi. 

Ringkasan Berita:
  • Pasca banjir bandang akhir 2025, Desa Blang Mee Kutablang masih terancam abrasi sungai.
  • Sedikitnya 10 rumah hilang terseret arus, sementara jarak rumah ke bibir sungai kini tinggal 2 meter.
  • Warga berharap pemerintah segera membangun tebing penahan untuk mencegah abrasi yang terus meluas.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ancaman abrasi sungai masih menghantui warga Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, pasca banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025. 

Bencana dahsyat itu telah mengakibatkan sedikitnya 10 rumah warga hilang terseret arus.

Sementara empat rumah lainnya rusak parah dan kini berada dalam kondisi rawan jatuh ke sungai.

Warga Blang Mee, M Jafar dalam keterangannya kepada Serambinews.com pada Minggu (18/1/2026), mengungkapkan, bahwa abrasi terus meluas. 

“Kemarin saat hujan sedikit, tebing sungai jatuh lagi. Kemungkinan besar abrasi akan terus meluas,” ujarnya di lokasi dekat aliran sungai.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah rumah yang berada di tepi sungai sudah dibongkar sebagian, seperti kusen pintu, jendela, dan atap seng, untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut.

Baca juga: Abrasi Mengganas di Pulo Ie, Wabup Baital Tinjau Lokasi dan Upayakan Penanganan Darurat

Bahkan, ada rumah yang baru saja jatuh ke sungai beberapa hari lalu.

Ia menambahkan, jarak antara permukaan sungai dengan rumah warga dulunya sekitar 20 meter.

Kini, jarak itu menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 2 meter.

Banyak rumah sudah dikosongkan karena pemiliknya khawatir sewaktu-waktu bisa ambruk ke sungai.

“Walaupun banjir bandang sudah sebulan lebih berlalu, Desa Blang Mee masih terancam abrasi sungai. Banyak rumah warga yang masih rawan jatuh,” katanya.

Dampak Banjir Bandang

Saat banjir bandang melanda, sekitar 98 persen rumah warga Desa Blang Mee terendam air.

Hingga kini, sekitar 60 persen rumah masih tertimbun endapan lumpur. 

Baca juga: Abrasi Pesisir Jangka, Bireuen Meluas, Tambak dan Areal Sawah 6 Desa Terendam Banjir

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved