Jumat, 1 Mei 2026

Berita Nagan Raya

Nagan Raya tak Lagi Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana, Kini Beralih ke Transisi Pemulihan

Pemkab Nagan Raya tak memperpanjang status tanggap darurat bencana dan beralih ke masa transisi pemulihan mulai 22 Januari 2026 selama 6 bulan.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
STATUS TRANSISI PEMULIHAN - Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi menyebutkan, PMKB Nagan Raya kini beralih ke status transisi pemulihan usai tidak lagi memperpanjang status tanggap darurat bencana. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Nagan Raya tidak memperpanjang status tanggap darurat bencana dan beralih ke masa transisi pemulihan mulai 22 Januari 2026 selama enam bulan.
  • BNPB tengah membangun 128 unit hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Beutong Ateuh untuk korban banjir bandang.
  • Ratusan warga masih tinggal di tenda pengungsian sambil menunggu Huntara rampung, ditargetkan sebelum Ramadhan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Kabupaten Nagan Raya dilaporkan tidak memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Alam.

Namun Nagan Raya kembali menetapkan status baru yakni transisi darurat ke pemulihan terhitung 22 Januari 2026 hingga 6 bulan ke depan.

Masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemkab Nagan Raya sudah 4 kali penetapan yakni pertama mulai 27 November 2025 untuk 14 hari.

Lalu perpanjangan kedua selama 7 hari, dan berlanjut perpanjangan ketiga juga 7 hari, serta perpanjangan keempat selama 14 hari berakhir 21 Januari 2026.

Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi saat ditanyai Serambinews.com, Jumat (23/1/2026), mengatakan, masa tanggap darurat telah berakhir dan kini ke status masa transisi.

"Kini masa pemulihan. Surat status transisi sudah siap dan tinggal diteken Pak Bupati terhitung 22 Januari untuk 6 bulan ke depan," jelasnya.

Baca juga: Bupati Gayo Lues Pimpin Rakor Transisi Pascabencana

Pacu Pembangunan Huntara

Pada bagian lain, Kalak BPBD Nagan Raya mengakui, bahwa BNPB kini memacu pembangunan hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Beutong Ateuh.

Jumlah Huntara yang dalam pembangunan, sebutnya, sebanyak 128 unit tersebar di 4 desa di Kecamatan Beutong Ateuh.

"Untuk 1 unit Huntara akan dihuni 5 kepala keluarga (KK) yang merupakan korban banjir bandang," jelasnya.

Diakui Irfanda, ratusan korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh saat ini masih mengungsi ke tenda-tenda yang didirikan.

Baca juga: Kepala BNPB Tinjau Huntara di Aceh Utara, Optimistis Warga Tak Lagi Tinggal di Tenda saat Ramadan

"Mereka menunggu Huntara rampung. Target pihak BNPB sebelum Ramadhan sudah dihuni," jelasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved