Rabu, 29 April 2026

Banjir Landa Aceh

Pemerintah Aceh Sambut Baik Bantuan 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Siswa Korban Bencana

“Bantuan PIN e-learning ini sangat membantu sekolah dan peserta didik dalam menjaga kesinambungan proses belajar. Ini bukan sekadar bantuan teknologi.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/HUMAS POLDA ACEH
MEMPERLIHATKAN NOTA KERJASAMA – Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah didampingi Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Eko Rudi Sudarto serta CEO Yayasan Anak Bangsa Indonesia–ILMCI Group Dr. Sofian Tjandra, memperlihatkan nota kerjasama terkait bantuan 1,2 juta PIN e-learning dari STIK Lemdiklat Polri untuk mendukung pembelajaran mandiri siswa korban bencana di Aceh, Selasa (27/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • STIK Lemdiklat Polri bersama ILMCI Group menyalurkan 1,2 juta PIN e-learning untuk siswa korban bencana di Aceh.
  • Bantuan diterima Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah di Jakarta (27/1/2026).
  • Plt. Kadis Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyambut baik sinergi lintas sektor sebagai komitmen menjaga hak belajar anak-anak.
  • Tercatat 2.805 sekolah terdampak, melibatkan 362.617 siswa & 34.081 guru.
  • E-learning menjangkau SD, SMP, SMA, memungkinkan siswa belajar mandiri dengan dukungan internet.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menyambut positif dukungan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri bersama ILMCI Group yang menyalurkan bantuan sebanyak 1,2 juta PIN e-learning guna mendukung keberlanjutan pembelajaran mandiri bagi siswa korban bencana di Aceh.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Penyerahan bantuan itu turut dihadiri Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Eko Rudi Sudarto serta CEO Yayasan Anak Bangsa Indonesia–ILMCI Group Dr. Sofian Tjandra.

Menanggapi bantuan itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh menyambut baik sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi darurat.

“Pendidikan tidak boleh berhenti meskipun kita berada dalam kondisi bencana. Kolaborasi antara Polri, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah daerah menjadi bukti bahwa negara hadir memastikan hak belajar anak-anak Aceh tetap terpenuhi,” kata Murthalamuddin, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Aceh terus berupaya bersama berbagai pihak untuk menyiapkan skema pembelajaran yang fleksibel dan adaptif, mulai dari pemanfaatan platform digital, pembelajaran mandiri, hingga penyesuaian kebijakan di satuan pendidikan terdampak.

“Bantuan PIN e-learning ini sangat membantu sekolah dan peserta didik dalam menjaga kesinambungan proses belajar. Ini bukan sekadar bantuan teknologi, tetapi investasi bagi masa depan anak-anak Aceh,” tambahnya.

Baca juga: UIA Peusangan Bireuen Gratiskan Biaya Kuliah Bagi Mahasiswa Baru  Korban Banjir

Siswa Terdampak Bencana di Aceh

Berdasarkan data yang ada, lanjut dia, dampak bencana di sektor pendidikan Aceh tergolong signifikan.

Tercatat 2.805 sekolah terdampak, dengan 362.617 siswa dan 34.081 guru turut mengalami dampak, baik dari sisi sarana maupun prasarana.

“Pemerintah Aceh berharap sinergi lintas sektor seperti ini terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun ketahanan pendidikan Aceh, terutama di wilayah rawan bencana,” katanya. 

Sebelumnya, Kapolda Aceh Irjen Marzuki, mengungkap bahwa program tersebut dirancang untuk menjangkau siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA melalui sistem pembelajaran elektronik yang memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri dengan dukungan jaringan internet.

“Program e-learning ini menjadi solusi strategis agar anak-anak Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. Dengan pembelajaran digital, siswa tetap bisa belajar meski dalam kondisi keterbatasan,” ujarnya.

Ia berharap, kolaborasi ini dapat memperkuat metode pembelajaran adaptif di wilayah terdampak bencana serta menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan jangka menengah dan panjang.

Kapolda Aceh juga menyampaikan, berbagai langkah penanganan dan pemulihan pascabencana yang telah dilakukan Polda Aceh, di antaranya penyediaan air bersih melalui water treatment, pembersihan fasilitas sekolah, serta pembangunan sumur bor bagi masyarakat.

“Selain penanganan darurat, kami juga fokus pada pemulihan jangka menengah dan panjang agar aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved