Berita Sabang
Angin Kencang dan Kebakaran Masih Menjadi Ancaman Rutin di Kota Sabang
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang menunjukkan, kedua jenis bencana tersebut terus terjadi hampir setiap tahun, termasuk
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- BPBD Kota Sabang mencatat angin kencang dan kebakaran sebagai bencana dengan frekuensi tinggi hampir setiap tahun, termasuk hingga 2025, dengan puluhan kejadian sejak 2019.
- Angin kencang kerap menyebabkan kerusakan rumah, pohon tumbang, dan gangguan fasilitas umum, sementara kebakaran didominasi faktor kelalaian manusia, terutama korsleting listrik.
- BPBD terus meningkatkan sosialisasi dan kesiapsiagaan personel serta mengimbau warga waspada cuaca ekstrem dan memastikan instalasi listrik aman.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Selain pohon tumbang, bencana angin kencang dan kebakaran masih menjadi ancaman rutin bagi masyarakat Kota Sabang.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang menunjukkan, kedua jenis bencana tersebut terus terjadi hampir setiap tahun, termasuk hingga tahun 2025.
Dalam catatan BPBD, sepanjang periode 2019 hingga 2024, angin kencang dan kebakaran termasuk bencana dengan frekuensi kejadian sangat tinggi setelah pohon tumbang.
Pada tahun 2024 saja, tercatat 13 kejadian angin kencang dan 11 kejadian kebakaran yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Memasuki tahun 2025, tren tersebut belum menunjukkan penurunan signifikan.
Hingga akhir tahun 2025, BPBD Kota Sabang telah mencatat beberapa kejadian angin kencang yang berdampak pada kerusakan atap rumah warga serta tumbangnya sejumlah pohon.
Baca juga: Kota Harus Rapi, Nurani Mesti Hidup
Sementara itu, kasus kebakaran juga kembali terjadi di kawasan permukiman, dengan penyebab yang relatif sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Jika ditelusuri ke tahun-tahun sebelumnya, kejadian angin kencang bahkan sempat mencapai lebih dari 20 kasus dalam satu tahun, seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di wilayah Kota Sabang.
Adapun kebakaran cenderung terjadi secara konsisten setiap tahun, dengan jumlah kejadian berada di kisaran belasan kasus.
Kepala BPBD Kota Sabang, Syahrial, saat ditemui, Rabu (28/1/2026) mengatakan angin kencang kerap menimbulkan dampak lanjutan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Angin kencang sering memicu pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga gangguan pada fasilitas umum,” kata Syahrial.
Sementara untuk kejadian kebakaran, Syahrial menjelaskan bahwa faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab dominan.
Baca juga: Mendesain Ulang Masa Depan Aceh
Dari hasil penanganan di lapangan, sebagian besar kebakaran dipicu oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan serta aktivitas rumah tangga.
“Mayoritas kebakaran terjadi di kawasan permukiman dan disebabkan oleh korsleting listrik atau kelalaian saat beraktivitas di rumah,” ujarnya.
| Kapal Pesiar Azamara Onward Bersandar di Pulau Weh, Ratusan Turis Jelajahi Sabang |
|
|---|
| Kapal Pesiar Azamara Onward Sandar di Sabang, Ratusan Turis Jelajahi Pulau Weh dalam Sehari |
|
|---|
| Harga Plastik di Sabang Melonjak hingga 80 Persen, Pedagang dan UMKM Sangat Terdampak |
|
|---|
| Pemko Sabang Raih Predikat Informatif Keterbukaan Informasi Publik 2025 |
|
|---|
| Larangan Siswa Membawa Motor di Sabang Masih Bergantung Sekolah, Aturan Resmi Belum Ada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kebakaran-panglong-29012026.jpg)