Selasa, 21 April 2026

Banjir Landa Aceh

Ongkos Perahu Rp 5.000 per Orang, Warga Gunong Kong Masih Terisolir

“Sudah 2 bulan ini warga terpaksa naik perahu sebagai transportasi hari-hari guna ke pusat kecamatan dan kabupaten." Zakaria M

Editor: mufti
Serambinews.com/HO/Dok BPBD
FOTO BEBERAPA WAKTU LALU -- Jembatan rangka baja Gunong Kong, Nagan Raya ambruk diterjang banjir bandang pada 26 November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya hingga kini masih terisolir pascabanjir bandang melanda pada 26 November2025 lalu.
  • Warga terpaksa naik perahu mesin milik warga sebagai transportasi hari-hari dengan ongkos Rp 5.000 per orang.
  • Kondisi ini sangat dikeluhkan karena setiap hari anak-anak dusun tersebut harus ke sekolah yang berada diseberang sungai.

“Sudah 2 bulan ini warga terpaksa naik perahu sebagai transportasi hari-hari guna ke pusat kecamatan dan kabupaten." Zakaria M, Keuchik Alue Wakie 

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Masyarakat Dusun Blang Tripa, Desa Alue Wakie atau lebih dikenal Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya hingga kini masih terisolir pascabanjir bandang melanda pada 26 November2025 lalu. 

Jembatan rangka baja sepanjang 135 meter yang menjadi penghubung desa tersebut putus diterjang banjir bandang. Sementara pemerintah hingga kini belum juga membangun jembatan bailey sebagai jembatan sementara.

Akibatnya warga terpaksa naik perahu mesin milik warga sebagai transportasi hari-hari dengan ongkos Rp 5.000 per orang. Kondisi ini sangat dikeluhkan karena setiap hari anak-anak dusun tersebut harus ke sekolah yang berada diseberang sungai.

Keuchik Alue Wakie, Zakaria M dikonfirmasi Serambi, Rabu (28/1/2026) mengatakan, sebelumnya sempat diwacanakan akan dibangun jembatan bailey. Namun sejauh ini belum ada kejelasan. 

Karena itu, ia berharap BNPB dan Satgas Penanngulangan Bencana bisa merealisasi jembatan bailey dan tidak menganaktirikan Gunong Kong. "Kami berharap jembatan bailey bisa dibangun secepatnya sebagai akses warga. Sudah 2 bulan ini warga terpaksa naik perahu sebagai transportasi hari-hari guna ke pusat kecamatan dan kabupaten," ujarnya.

Di samping itu, keuchik juga mengungkit janji pemerintah yang ingin mensubsidi BBM untuk perahu mesin. Hingga kini, kata Zakaria, belum direalisasi sehingga perahu yang dikelola swadaya dikenakan tarif Rp 5.000 per orang.

Zakaria juga menjelaskan saat ini jalan desa dan perkebunan sawit yang dibuka sementara oleh pemkab sebagai akses alternatif sudah bisa dilewati. "Jalan itu sangat jauh hingga 15 Km dan tembus ke Lamie. Tapi untuk angkut bahan pertanian bisa digunakan jalan itu," ujarnya.(riz)

MPD Tinjau Proses Belajar di Sekolah Terdampak Bencana 

Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Nagan Raya meninjau proses belajar pada satuan pendidikan yang terdampak bencana banjir pada Rabu (28/1/2026). Yaitu di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur dan Tripa Makmur serta Tadu Raya. 

Sekolah yang ditinjau antara lain SDN 1 Beutong Ateuh dan SMP Beutong Ateuh yang mana siswa dari kedua sekolah ini belajar di tenda dan sekolah darurat sebab gedung lama hancur diterjang banjir bandang pada 26 November 2026.

Ketua MPD Nagan Raya, Drs H Abdul Rani Cut mengatakan, monitoring yang dilakukan untuk melihat langsung kondisi satuan pendidikan pasca bencana banjir pada November 2025 lalu. 

"Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Nagan Raya tentunya harus melihat langsung proses pembelajaran pascamusibah dan tentunya hasil monitoring akan dituangkan dalam rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah" katanya.

Ia menyebutkan, 23 satuan pndidikan di Nagan Raya terdampak banjir. Rincinya, 17 Sekolah Dasar (SD) dan 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan total jumlah siswa terdampak 2.950 orang.

"Menurut data setelah kita berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan ada 23 satuan pendidikan yang terkena dampak banjir baik langsung maupun tidak langsung," sebutnya. 

Upaya pemulihan dan proses rehabilitasi serta rekonstrusi tentu tidak mudah, sehingga MPD mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam melakukan percepatan pemulihan pasca bencana ini.

MPD juga mendorong BNPB dan Kementerian terkait agar membantu membangun kembali 2 sekolah yang hancur di Beutong Ateuh Banggalang.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved