Jumat, 1 Mei 2026

Banda Aceh

1.050 Mahasiswa USK Ikuti Pembekalan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera

Prof Mustanir menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa USK di tengah masyarakat terdampak bencana harus menjadi problem solver, bukan sebaliknya.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
MENGIKUTI KEGIATAN PEMBEKALAN - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) saat mengikuti kegiatan Pembekalan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026, di Ruang Hall Gedung AAC Prof Dayan Dawood Darussalam, Banda Aceh, Kamis (29/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kegiatan pembekalan untuk mahasiswa USK di Ruang Hall Gedung AAC Prof Dayan dawood Banda Aceh.
  • Pembekalan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.
  • Prof Mustanir menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa USK di tengah masyarakat terdampak bencana harus menjadi problem solver, bukan sebaliknya.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 1.050 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti kegiatan Pembekalan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.

Pembekalan  diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, bertempat di Ruang Hall Gedung AAC Prof Dayan Dawood Darussalam, Banda Aceh, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan pembekalan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof Dr Mustanir M.Sc.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang menunjukkan komitmen untuk terlibat langsung dalam KKN Kebencanaan melalui program PKM Berdampak.

Prof Mustanir menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa USK di tengah masyarakat terdampak bencana harus menjadi problem solver, bukan sebaliknya.

Baca juga: Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Sosialisasikan PMB 2026 ke Pidie dan Pidie Jaya

“Mahasiswa USK harus hadir di tengah masyarakat sebagai problem solver, bukan menjadi problem maker. Semakin tinggi pendidikan yang kita tempuh, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa akan ditempatkan langsung di wilayah bencana dengan berbagai keterbatasan, seperti kondisi lingkungan yang tidak ideal, keterbatasan air bersih, serta pola aktivitas yang tidak teratur.

Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan kesehatan sebelum terjun ke lapangan.

Lebih lanjut, Prof Mustanir menyampaikan bahwa mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan serta berkontribusi melalui pendampingan anak-anak terdampak bencana, termasuk kegiatan trauma healing, pendampingan belajar, mengajar mengaji, serta berperan aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa proposal yg masuk ke DPPM mencapai 609 proposal.

Dari hasil evaluasi  sebanyak 203 proposal Program Mahasiswa Berdampak didanai secara nasional dan  USK berhasil memperoleh 21 proposal yg didanai. Capaian ini menempatkan USK sebagai penerima program yg paling banyak didanai dari 82 Perguruan Tinggi pengusul.

Hasil ini merupakan  hasil sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing yang difasilitasi oleh LPPM USK, dengan mahasiswa sebagai aktor utama pelaksana program di lapangan.

“Melalui Program Mahasiswa Berdampak dan KKN Kebencanaan ini, saya berharap mahasiswa mampu menebar kebaikan, menjaga nama baik USK, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” tutupnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved