Selasa, 5 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Kebakaran Lahan di Aceh Barat Capai 50,2 Hektare, Sebagian Sudah Berhasil Ditangani

Berdasarkan data terbaru, total luas lahan terdampak mencapai 50,2 hektare, dengan 25,4 hektare telah berhasil ditangani petugas.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok. BPBD Aceh Barat
KARHUTLA - Petugas dari BPBD Aceh Barat melaksanakan lanjutan pemadaman api di lahan kawasan Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Kamis (29/1/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat masih terjadi hingga Kamis (29/1/2026) sore. 

Berdasarkan data terbaru, total luas lahan terdampak mencapai 50,2 hektare, dengan 25,4 hektare telah berhasil ditangani petugas.

Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menyampaikan kebakaran tersebar di tujuh kecamatan dengan luasan berbeda di setiap gampong.

Kecamatan Johan Pahlawan menjadi yang terparah, dengan total area terdampak sekitar 30 hektare.

Rinciannya, kebakaran terjadi di Gampong Suak Raya (10,5 hektare), Ujong Beurasok (9,5 hektare), dan Suak Nie (10 hektare).

Di Kecamatan Woyla, kebakaran melanda Gampong Aron Baroh seluas 0,5 hektare yang kini telah ditangani.

Sementara itu, di Woyla Barat, kebakaran di Gampong Blang Luah seluas 4 hektare hampir seluruhnya berhasil dipadamkan.

Kecamatan Meureubo mengalami kebakaran di beberapa gampong dengan total 3,5 hektare, sebagian sudah berhasil ditangani.

Baca juga: Cegah Karhutla, Kapolres Aceh Selatan Imbau Jangan Bakar Hutan dan Lahan

Kecamatan Bubon, Kaway XVI, dan Pante Ceureumen juga terdampak, dengan luas lahan terbakar masing-masing 4,2 hektare, 8 hektare (baru 1,5 hektare ditangani), dan beberapa titik yang masih dipantau.

Kebakaran pertama kali dilaporkan masyarakat pada 15 Januari 2026 di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.

Akibat kebakaran, vegetasi tanaman rusak dan asap mengganggu aktivitas serta pernapasan warga. Satu sekolah dasar, SD Suak Raya, terpaksa diliburkan sementara.

BPBD Aceh Barat terus melakukan penanganan dengan pemadaman langsung dan penyekatan api, meski menghadapi kendala angin kencang dan keterbatasan sumber air.

Berbagai sarana diterjunkan, termasuk drone, armada water supply, kendaraan operasional, mesin pompa air, dan ATV.

Penanganan juga melibatkan BPBD, Damkar, Manggala Agni, TNI-Polri, KPH Wilayah IV Aceh, DLHK Provinsi Aceh, serta masyarakat setempat.

Ronal menegaskan, upaya pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan dan tidak lagi membahayakan masyarakat maupun lingkungan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved