Berita Aceh Besar
MAA Aceh Besar Imbau Penyesuaian Mahar, Adat Harus Mempermudah Pernikahan
Adapun mahar 16 mayam merupakan batas tertinggi yang dahulu hanya berlaku bagi kalangan tertentu, seperti keluarga uleebalang.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Besar mendorong penyesuaian besaran mahar nikah agar adat tidak memberatkan calon pengantin di tengah tingginya harga emas.Standar mahar yang sudah dikenal, seperti 8 mayam untuk keluarga tidak mampu, 10 mayam untuk keluarga mampu, dan 16 mayam bagi kalangan tertentu, seharusnya dijadikan rujukan.MAA meminta pemangku adat di gampong menegakkan standar tersebut secara realistis, memastikan adat tetap sakral namun juga adil dan meringankan generasi muda.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Besar mengimbau para pemangku adat dan keluarga di gampong-gampong agar menyesuaikan kembali besaran mahar pernikahan sesuai dengan nilai-nilai adat Aceh.
Ketua MAA Aceh Besar, Asnawi Zainun, mengatakan, penyesuaian ini dinilai penting agar adat tetap memberikan kemaslahatan dan tidak memberatkan generasi muda yang akan melangsungkan pernikahan, terutama di tengah tingginya harga emas saat ini.
Menurut MAA, secara filosofis adat Aceh menjunjung tinggi nilai kemaslahatan dan kebersamaan.
Adat tidak boleh mempersempit atau mempersulit, melainkan harus mempermudah kehidupan masyarakat, termasuk dalam urusan pernikahan.
“Pernikahan dalam adat Aceh bukan semata urusan individual, tetapi urusan komunal.
Ada tanggung jawab warih kaum, keluarga besar, dan pemangku adat untuk bersama-sama mempermudah proses pernikahan anak-anak muda,” katanya, Senin (2/2/2026).
Baca juga: MAA Abdya Susun Penetapan Mahar Nikah, Maksimal Lima Mayam Emas
Ia menjelaskan, adat hidup dalam ruang kolektif dan menjunjung nilai kebersamaan, yang menjadi lawan dari individualisme.
Karena itu, setiap keputusan adat, termasuk penentuan mahar, seharusnya didasarkan pada kesepakatan bersama dan kondisi sosial masyarakat.
MAA menilai kondisi kekinian perlu menjadi pertimbangan serius.
Tingginya harga emas akibat situasi global yang tidak menentu telah berdampak langsung pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi mahar pernikahan.
Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif untuk menyesuaikan besaran jiname agar tidak memberatkan.
Dalam adat Aceh, khususnya di Aceh Besar, sebenarnya telah lama dikenal standar mahar.
| Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya Ditertibkan Satpol PP dan WH Aceh Besar |
|
|---|
| Enam Ruko di Lhoong Aceh Besar Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebab |
|
|---|
| Pemilik Usaha di Aceh Besar Diminta Tidak Panjangkan Kanopi dan Tambah Bangunan ke Arah Jalan |
|
|---|
| DLHK Aceh Besar Dorong Fasyankes Tertib Kelola Limbah B3 |
|
|---|
| RSUD Aceh Besar Bantah Isu Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/harga-emas-per-mayam-di-aceh-selatan-2022.jpg)