Berita Aceh Tamiang
Dua Bulan Pascabanjir, RSUD Muda Sedia Kekurangan Alkes
Saat ini progres pembenahan Ipal, kalau Kemenkes terus intens dan mereka menargetkan Maret 2026 ini sudah normal. ANDIKA PUTRA
Ringkasan Berita:
- Pelayanan di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang pascabanjir masih belum optimal menyusul kerusakan alat kesehatan yang mencapai 94 persen
- Kondisi ini diperparah dengan alat pemeriksaan dan operasi yang seluruhnya rusak. Kerusakan ini juga meliputi kulkas darah yang sebelumnya tersedia tujuh unit
- Saat ini hanya mampu memfungsikan empat ruangan rawat inap dengan kapasitas 80 pasien
Saat ini progres pembenahan Ipal, kalau Kemenkes terus intens dan mereka menargetkan Maret 2026 ini sudah normal. ANDIKA PUTRA, Direktur RSUD Muda Sedia
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pelayanan di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang pascabanjir dua bulan pascabanjir bandang masih belum optimal menyusul kerusakan alat kesehatan yang mencapai 94 persen.
Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra mengungkapkan, saat ini mereka hanya mampu memfungsikan empat ruangan rawat inap dengan kapasitas 80 pasien. “Kalau kamar semuanya ready, hanya saja kita tidak punya tempat tidur,” ungkap Andika kepada Serambi, Senin (2/2/2026).
Andika mengungkapkan 80 tempat tidur itu merupakan bantuan sebanyak 42 unit dan sisanya merupakan milik rumah sakit yang selamat dari banjir bandang.
Kondisi ini diperparah dengan alat pemeriksaan dan operasi yang seluruhnya rusak. Kerusakan ini juga meliputi kulkas darah yang sebelumnya tersedia tujuh unit.
“Kulkas darah ini sangat penting karena saat ini kita tidak bisa menyimpan stok darah untuk pasien,” kata Andika.
Seluruh kondisi ini diakuinya sudah dilaporkannya langsung kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming ketika berkunjung ke RSUD Muda Sedia, pekan lalu. Di sisi lain Andika mengaku terus berkomunikasi dengan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Saat ini progres pembenahan Ipal, kalau Kemenkes terus intens dan mereka menargetkan Maret 2026 ini sudah normal,” ujarnya.
Penanganan IPAL
Penanganan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah cair medis sesuai baku mutu, menjadi salah satu fokus utama Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSCM) Kota Langsa di bawah PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN).
"Penanganan IPAL agar limbah cair medis sesuai baku mutu, menjasi fokus utama kita supaya tidak terjadi pencemaran lingkungan," Direktur PT Cut Meutia Medika Nusantara, Ernawati, Ahad (1/2/2026).
Menurut perempuan yang akrap disapa Nana, saat ini RSCM sebagai salah satu rumah sakit swasta di Kota Langsa akan terus meningkatan pelayanan kesehatan optimal kepada pasien untuk menuju Rumah Sakit Prima.
"Pelayanan optimal dan kenyamanan pasien adalah jaminan yang wajib kami berikan, karena RSCM ini hadir untuk mendukung pemerintan dalam memenuhi hak layanan kesehatan bagi masyarakat," sebutnya.
Nana memambahkan, RSCM Langsa yang kini sudah berdiri sendiri terus melakukan pembenahan untuk menjadi yang terbaik dan prima. Dengan berfokus memberikan pelayanan terbaik, cepat, aman, dan berkualitas untuk memberikan kenyamanan pasien, modernisasi, dan layanan holistik.
Jadi, penanganan limbah rumah sakit dengan pengelolaan IPAL secara maksimal sesuai mekanisme yang disyaratkan, wajib mereka lakukan agar tidak mencemari lingkungan masyarakat sekitar. "IPAL merupakan komponen utama yang menangani pengolahan air limbah di fasilitas kesehatan ini," terang Nana.
Untuk penanganan IPAL, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Langsa dan Konsultan Lingkungan Pendamping dari PT PATRI (Pusat Kajian Industri) yang khusus menangani IPAL.(mad/zb)
RSUD Muda Sedia Kekurangan Alkes
Berita Aceh Tamiang
Kerusakan Fasilitas Umum Pasca Banjir
Pasca Banjir di Aceh
Direktur RSUD Muda Sedia
RSUD Muda Sedia
Andika Putra
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Tragis, Seekor Kera di Aceh Tamiang Muncul dengan Kondisi Lengan Hanya Menyisakan Tulang |
|
|---|
| Harga Laptop di Aceh Tamiang Merangkak Naik, Toko Tahan Pesanan |
|
|---|
| Mengulik Efek Kenaikan BBM Nonsubsidi di Aceh Tamiang, Antara Stabilitas Stok & Kekhawatiran Ekonomi |
|
|---|
| Pemkab Aceh Tamiang Serahkan Data Korban Banjir ke Kemensos, Sasar Pemulihan Ekonomi |
|
|---|
| 163 KK Warga Lubuksidup Aceh Tamiang Pindah ke Huntara, Begini Prosesnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Direktur-RSUD-Muda-Sedia-Andika-Putra.jpg)