Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Dua Bulan Pascabanjir, RSUD Muda Sedia Kekurangan Alkes

Saat ini progres pembenahan Ipal, kalau Kemenkes terus intens dan mereka menargetkan Maret 2026 ini sudah normal. ANDIKA PUTRA

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
KEKURANGAN ALKES - Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra mengakui pelayanan pasien belum optimal karena kerusakan alat kesehatan mencapai 94 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Pelayanan di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang pascabanjir masih belum optimal menyusul kerusakan alat kesehatan yang mencapai 94 persen
  • Kondisi ini diperparah dengan alat pemeriksaan dan operasi yang seluruhnya rusak. Kerusakan ini juga meliputi kulkas darah yang sebelumnya tersedia tujuh unit
  • Saat ini hanya mampu memfungsikan empat ruangan rawat inap dengan kapasitas 80 pasien

Saat ini progres pembenahan Ipal, kalau Kemenkes terus intens dan mereka menargetkan Maret 2026 ini sudah normal. ANDIKA PUTRA, Direktur RSUD Muda Sedia

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pelayanan di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang pascabanjir dua bulan pascabanjir bandang masih belum optimal menyusul kerusakan alat kesehatan yang mencapai 94 persen.

Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra mengungkapkan, saat ini mereka hanya mampu memfungsikan empat ruangan rawat inap dengan kapasitas 80 pasien. “Kalau kamar semuanya ready, hanya saja kita tidak punya tempat tidur,” ungkap Andika kepada Serambi, Senin (2/2/2026).

Andika mengungkapkan 80 tempat tidur itu merupakan bantuan sebanyak 42 unit dan sisanya merupakan milik rumah sakit yang selamat dari banjir bandang.

Kondisi ini diperparah dengan alat pemeriksaan dan operasi yang seluruhnya rusak. Kerusakan ini juga meliputi kulkas darah yang sebelumnya tersedia tujuh unit.

“Kulkas darah ini sangat penting karena saat ini kita tidak bisa menyimpan stok darah untuk pasien,” kata Andika.

Seluruh kondisi ini diakuinya sudah dilaporkannya langsung kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming ketika berkunjung ke RSUD Muda Sedia, pekan lalu. Di sisi lain Andika mengaku terus berkomunikasi dengan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Saat ini progres pembenahan Ipal, kalau Kemenkes terus intens dan mereka menargetkan Maret 2026 ini sudah normal,” ujarnya.

Penanganan IPAL

Penanganan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah cair medis sesuai baku mutu, menjadi salah satu fokus utama Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSCM) Kota Langsa di bawah PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN).

"Penanganan IPAL agar limbah cair medis sesuai baku mutu, menjasi fokus utama kita supaya tidak terjadi pencemaran lingkungan," Direktur PT Cut Meutia Medika Nusantara, Ernawati, Ahad (1/2/2026).

Menurut perempuan yang akrap disapa Nana, saat ini RSCM sebagai salah satu rumah sakit swasta di Kota Langsa akan terus meningkatan pelayanan kesehatan optimal kepada pasien untuk menuju Rumah Sakit Prima. 

"Pelayanan optimal dan kenyamanan pasien adalah jaminan yang wajib kami berikan, karena RSCM ini hadir untuk mendukung pemerintan dalam memenuhi hak layanan kesehatan bagi masyarakat," sebutnya.

Nana memambahkan, RSCM Langsa yang kini sudah berdiri sendiri terus melakukan pembenahan untuk menjadi yang terbaik dan prima. Dengan berfokus memberikan pelayanan terbaik, cepat, aman, dan berkualitas untuk memberikan kenyamanan pasien, modernisasi, dan layanan holistik. 

Jadi, penanganan limbah rumah sakit dengan pengelolaan IPAL secara maksimal sesuai mekanisme yang disyaratkan, wajib mereka lakukan agar tidak mencemari lingkungan masyarakat sekitar. "IPAL merupakan komponen utama yang menangani pengolahan air limbah di fasilitas kesehatan ini," terang Nana. 

Untuk penanganan IPAL, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Langsa dan Konsultan Lingkungan Pendamping dari PT PATRI (Pusat Kajian Industri) yang khusus menangani IPAL.(mad/zb)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved