Banjir Landa Aceh
PT Mifa Bersaudara dan Mitra Turunkan Alat Berat, Percepat Pemulihan Banjir di Pidie Jaya
Sejumlah ekskavator dan dump truck dikerahkan untuk membersihkan lumpur setinggi satu hingga tiga meter yang sebelumnya mengubur pemukiman warga.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- PT Mifa Bersaudara menyalurkan bantuan alat berat dan logistik untuk mempercepat pemulihan wilayah Pidie Jaya yang terdampak banjir besar.
- Bantuan disalurkan pada Senin (2/2/2026), bertepatan dengan masa tanggap darurat kelima yang berlaku hingga 12 Februari 2026.
- Fokus bantuan di Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, salah satu desa terdampak paling parah.
- Sejumlah ekskavator dan dump truck dikerahkan untuk membersihkan lumpur setinggi 1–3 meter yang menutupi pemukiman warga.
Laporan Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA - PT Mifa Bersaudara bersama sejumlah mitra kerja menurunkan bantuan alat berat dan logistik untuk mempercepat pemulihan wilayah Kabupaten Pidie Jaya yang terdampak banjir besar.
Bantuan tersebut disalurkan pada Senin (2/2/2026), bertepatan dengan masa tanggap darurat kelima yang ditetapkan hingga 12 Februari 2026.
Bantuan difokuskan di Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, salah satu desa yang mengalami dampak terparah.
Sejumlah ekskavator dan dump truck dikerahkan untuk membersihkan lumpur setinggi satu hingga tiga meter yang sebelumnya mengubur pemukiman warga.
PT Mifa Bersaudara hadir bersama Antareja Mahada Makmur, Tirta Nusa Buana, Stevedoring Tirta Nusa, Parama Energi, Cipta Kridatama, ANB Industrial, Mesa Energi, Tata Bara Utama, Integra Solusi Mandiri, Bara Mineral Asri, serta Wargi Santosa.
Tim dari Aceh Barat tersebut dikoordinasikan oleh Sheshara Utami selaku perwakilan manajemen PT Mifa Bersaudara dari Jakarta.
Selain alat berat, bantuan juga mencakup alat penyulingan air bersih untuk kebutuhan meunasah dan dayah, perlengkapan pengeras suara, sajadah, mukena, Al-Qur’an, serta ratusan porsi makan siang bagi warga dan relawan yang masih bekerja di lapangan.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan hasil sponsorship mitra kerja PT Mifa Bersaudara dalam rangka peringatan ulang tahun produksi perusahaan yang ke-15.
Baca juga: Update Longsor Bandung Barat: 9 Orang Meninggal, 81 Masih Hilang, SAR Kerahkan Alat Berat dan K9
Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Hidrometeorologi Aceh selama 90 hari, terhitung sejak 29 Januari hingga 29 April 2026.
Pimpinan Dayah Al Munawwarah Pocut Imum Mukim Al Aziziyah, Tgk Mustaqim, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan bantuan PT Mifa Bersaudara beserta para mitranya.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kepedulian PT Mifa Bersaudara dan rekan-rekannya. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Blang Cut,” ujarnya.
Ia menuturkan, kondisi desa kini mulai menunjukkan perkembangan positif.
Lumpur yang sebelumnya menutup pemukiman perlahan terangkat, meski debu masih beterbangan dan warga harus menggunakan masker.
| TRK Minta Pusat Percepat Bangun 647 Huntap Bagi Korban Banjir dan Sekolah di Beutong Ateuh Nagan |
|
|---|
| Enam Bulan Pascabencana, Banyak Infrastruktur Aceh Masih Rusak |
|
|---|
| Banyak Tambak di Bireuen Beralih Fungsi |
|
|---|
| Soal Penanganan Bencana Aceh, Mualem: Aduh, Bandum Butuh Penanganan |
|
|---|
| Sawah Rusak Berat di Pidie Butuh Penanganan Segera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/eskavator-mengangkut-lumpur-sisa-banjir-dari-lorong-Desa-Blang-Cut-Kecamatan-Meurah-Dua.jpg)