Selasa, 21 April 2026

Berita Gayo Lues

Warga 4 Desa di Pantan Galus Harap Pemerintah Segera Tangani Jalan Terputus

Warga empat desa di Kecamatan Pantan, Gayo Lues terisolir karena akses jalan terputus akibat banjir dan amblasnya badan jalan.

Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/EDI SUTAMI
JALAN RUSAK - Kondisi jalan di Kecamatan Pantan, Gayo Lues yang rusak berdasarkan pantauan terakhir Serambinews.com, Kamis (5/2/2026). 

Ringkasan Berita:* Warga empat desa di Kecamatan Pantan, Gayo Lues terisolir karena akses jalan terputus akibat banjir dan amblasnya badan jalan.
 
* Kendaraan roda empat tidak bisa melintas, sementara roda dua hanya dapat melewati jalur ekstrem dengan risiko tinggi.
 
* Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR berjanji segera menurunkan alat berat untuk perbaikan darurat agar aktivitas warga kembali normal.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN – Warga dari empat desa di Kecamatan Pantan, Kabupaten Gayo Lues (Galus) mendesak pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses jalan yang terputus akibat banjir. 

Selama tiga hari terakhir, masyarakat di Desa Kuning Kurnia, Seneren, Remukut, dan Tetingi, terisolir karena jalur transportasi lumpuh total.

Terputusnya akses jalan disebabkan oleh amblasnya badan jalan yang dihantam banjir beberapa waktu lalu. 

Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali. 

Sementara kendaraan roda dua masih bisa melewati jalur tersebut.

Namun dengan risiko tinggi karena kondisi jalan yang ekstrem dan berbahaya.

Meski dalam keterbatasan, warga tetap berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan melakukan penanganan darurat. 

Baca juga: Respon Cepat HRD Turunkan Alat Berat Perbaiki Tanggul dan Jalan Putus di Babah Suak

Ramli W (35), warga Desa Seneren menyampaikan, bahwa masyarakat memahami bencana adalah musibah, namun mereka menunggu respons cepat dari pemerintah.

“Bukan kejadian bencananya yang kami sesalkan, tapi kami berharap pemerintah segera bertindak melihat penderitaan kami ini,” ujarnya.

Ramli menegaskan, bahwa akses jalan tersebut merupakan urat nadi kehidupan warga.

Karena jalur itu sangat penting untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Kami juga bagian dari warga negara. Harapan kami, pemerintah tidak menutup mata dan segera membantu membuka kembali akses jalan ini,” tambahnya.

Tanggapan Pemerintah

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Khairuddin membenarkan, kondisi jalan menuju empat desa tersebut mengalami kerusakan parah hingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved