Berita Banda Aceh
Postur APBA 2026 Dikritik, Anggaran Lebih Berat ke Belanja Birokrasi
Postur APBA 2026 dikritik MaTA karena belanja birokrasi lebih dominan dibanding belanja yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat Aceh.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Menurutnya, dikarenakan komponen Beasiswa dan Meugang masuk dalam sub Belanja Barang dan Jasa, pengawasan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa dana ini tidak hanya tercatat sebagai belanja operasional, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Tanpa pengawasan, ada risiko alokasi anggaran ini bergeser menjadi alat pencitraan atau tidak tepat sasaran, karena secara administrasi tetap dikategorikan sebagai belanja barang/jasa bukan belanja bantuan sosial murni,” jelasnya.
Adapun Belanja seremonial seperti pakaian dinas, souvenir, hadiah, dan penghargaan tetap perlu diawasi ketat agar tidak menjadi celah pemborosan atau alat pencitraan.
"Sementara Beasiswa dan Meugang harus dipastikan transparan dan tepat sasaran untuk mendukung manfaat publik yang nyata,” pungkasnya.
Baca juga: Aceh Butuh Ribuan Tenaga Kerja Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Upah Rp 125.000 per Hari
| Perluas Kolaborasi, USM Kerja Sama dengan Perusahaan Kelapa Sawit |
|
|---|
| MaTA Sindir Kasus Korupsi Beasiswa Aceh, Alfian: Sudah 5 Kali Ganti Kapolda tak Kunjung Tuntas |
|
|---|
| Perkuat Barisan Pemasyarakatan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Lantik 33 Pejabat Manajerial Baru |
|
|---|
| Ini Rekomendasi Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh, Pungutan Khusus ke Perusahaan Rusak Lingkungan |
|
|---|
| Komunitas Ruang Lingkup Soroti Tekanan Ekonomi di Balik Fenomena Anak Mengemis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Koordinator-MaTA-Alfian-memberikan-penjelasan.jpg)