Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Utara

Data 10 Kecamatan dengan Pengungsi Terbanyak di Aceh Utara, Langkahan Nomor 1

Banjir Aceh Utara sejak 26 November 2025 masih menyisakan 25.973 jiwa atau 6.886 KK di pengungsian hingga 6 Februari 2026.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
PENGUNGSI BANJIR - Dua bulan lebih pascabanjir, korban yang mengungsi di Aceh Utara mencapai puluhan ribu yang tersebar dalam 10 kecamatan. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir Aceh Utara sejak 26 November 2025 masih menyisakan 25.973 jiwa atau 6.886 KK di pengungsian hingga 6 Februari 2026.
  • Kecamatan Langkahan menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak, yakni 12.824 jiwa, disusul Lapang 5.790 jiwa dan Tanah Jambo Aye 2.664 jiwa.
  • Pengungsi tersebar di meunasah, masjid, sekolah, balai desa, serta rumah warga, sementara pemerintah mengimbau tetap waspada banjir susulan.

 

Laporan Wartawan Serambi  Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025, masih menyisakan ribuan warga hidup di tempat pengungsian.

Hingga Jumat (6/2/2026) sore sekira pukul 17.00 WIB, tercatat sedikitnya 10 kecamatan masih melaporkan keberadaan pengungsi, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Langkahan.

Berdasarkan laporan resmi rekapitulasi bencana banjir Kabupaten Aceh Utara, total pengungsi saat ini mencapai 6.886 kepala keluarga (KK) atau 25.973 jiwa, yang tersebar di berbagai titik pengungsian.

“Ini data dari kecamatan yang terus kita update setiap harinya,” ujar Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Aceh Utara, Fauzan, MAP kepada Serambinews.com, Jumat (6/2/2026).

Disebutkan, Kecamatan Langkahan menjadi wilayah paling terdampak dengan 3.476 KK atau 12.824 jiwa, masih bertahan di pengungsian.

Selain Langkahan, jumlah pengungsi cukup besar juga tercatat di Kecamatan Lapang dengan 1.470 KK atau 5.790 jiwa.

Baca juga: Bupati Aceh Utara Laporkan Kebutuhan Mendesak Pengungsi Banjir Saat Rapat dengan DPR RI

Disusul Kecamatan Tanah Jambo Aye sebanyak 666 KK atau 2.664 jiwa, yang tersebar di puluhan titik pengungsian.

Sementara itu, Kecamatan Sawang masih menampung 609 KK atau 2.155 jiwa, dan Kecamatan Muara Batu sebanyak 290 KK atau 1.188 jiwa.

Wilayah lain yang hingga kini masih terdapat pengungsi adalah Kecamatan Seunuddon dengan 187 KK atau 663 jiwa, Kecamatan Dewantara sebanyak 120 KK atau 386 jiwa, kemudian di Cot Girek 45 KK atau 162 jiwa.

Selain itu, Kecamatan Baktiya masih terdapat 19 KK atau 125 jiwa.

Para pengungsi umumnya menempati meunasah, masjid, sekolah, balai desa, serta rumah warga yang berada di lokasi lebih aman dari genangan banjir.

Banjir yang melanda Aceh Utara dipicu oleh tingginya curah hujan disertai meluapnya sejumlah sungai besar.

Baca juga: Dua Bulan Setelah Banjir Bandang, Kutablang Paling Banyak Pengungsi di Bireuen

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Khususnya di wilayah dataran rendah dan kawasan bantaran sungai, hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved