Selasa, 21 April 2026

Opini

Cuaca Ekstrem di Aceh: Urgensi Perbaikan Infrastruktur dan Kolaborasi Masyarakat

Hujan deras yang turun secara terus-menerus tidak hanya menyebabkan suhu dingin khas daerah dataran tinggi dan mengganggu rutinitas masyarakat

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Sadna Maulita, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Program Studi Kesehatan Masyarakat - S2 Universitas Syiah Kuala 

Oleh: Sadna Maulita, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Program Studi Kesehatan Masyarakat - S2

KABUPATEN Bener Meriah, khususnya wilayah Lampahan, tengah menghadapi tantangan besar akibat cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi belakangan ini.

Hujan deras yang turun secara terus-menerus tidak hanya menyebabkan suhu dingin khas daerah dataran tinggi dan mengganggu rutinitas masyarakat, tetapi juga memicu bencana banjir dan tanah longsor yang mengancam keselamatan serta kesejahteraan penduduk. 

Kejadian ini menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera bertindak, terutama dalam mengatasi sistem drainase yang kurang memadai, parit tersumbat, serta kondisi geografis berbukit yang memperbesar risiko bencana.

TERJANG JALAN HANCUR - Agen penyalur LPG Pertamina Patra Niaga Aceh melintasi jalanan hancur untuk mendistribusikan gas elpiji di Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/12/2025).
TERJANG JALAN HANCUR - Agen penyalur LPG Pertamina Patra Niaga Aceh melintasi jalanan hancur untuk mendistribusikan gas elpiji di Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/12/2025). (Serambinews.com/HO)

Data dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Aceh menunjukkan peningkatan kejadian cuaca ekstrem selama beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan tersebut, intensitas curah hujan di wilayah tengah Aceh, termasuk Kabupaten Bener Meriah, meningkat signifikan terutama pada puncak musim hujan. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor, khususnya di wilayah perbukitan dan pemukiman yang berada di lereng.

Pada periode tertentu, curah hujan tinggi di Lampahan menyebabkan meluapnya parit dan saluran air hingga menggenangi badan jalan serta area permukiman.

BMKG juga mengimbau masyarakat di beberapa kabupaten dataran tinggi Aceh, termasuk Bener Meriah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang. 

Situasi ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, antara lain meningkatnya risiko penyakit infeksi saluran pernapasan, diare, serta penyakit kulit akibat lingkungan yang lembap dan sanitasi yang terganggu.

Cuaca ekstrem bukanlah fenomena yang bisa dianggap remeh, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.

Di Lampahan, suhu udara yang relatif rendah saat hujan berkepanjangan, disertai kelembapan tinggi, dapat menurunkan daya tahan tubuh masyarakat.

Genangan air dan lumpur akibat drainase yang tidak optimal juga berpotensi menjadi sumber penyakit serta menghambat aktivitas ekonomi dan sosial warga.

Warga berasal dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menempuh jarak puluhan kilometer dengan berjalan kaki melewati jalan lintasan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara), Selasa (16/12/2025). Dok Bustami/Tribun Gayo
Warga berasal dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menempuh jarak puluhan kilometer dengan berjalan kaki melewati jalan lintasan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara), Selasa (16/12/2025). Dok Bustami/Tribun Gayo (TribunGayo.com)

        
Selain data dari BMKG, beberapa kajian akademik di Aceh menunjukkan bahwa wilayah dataran tinggi seperti Bener Meriah memiliki kerentanan tersendiri terhadap cuaca ekstrem.

Topografi berbukit, pembukaan lahan, serta keterbatasan infrastruktur pendukung memperbesar risiko longsor dan kerusakan jalan.

Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi bencana yang terencana, seperti penguatan lereng, perbaikan saluran drainase, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Penting bagi masyarakat Lampahan untuk memahami langkah-langkah menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem.

Berdasarkan panduan dari World Health Organization (WHO), kesehatan yang baik merupakan fondasi utama agar masyarakat tetap produktif.

Oleh karena itu, warga disarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan pakaian hangat saat suhu dingin, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.

Namun, upaya individu saja tidak cukup. Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya perbaikan dan pemeliharaan saluran air, jalan, serta sistem pengendalian longsor.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem. Kegiatan gotong royong membersihkan parit dan lingkungan sekitar dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko banjir.

Cuaca ekstrem di Lampahan, Bener Meriah, menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan kesiapan infrastruktur merupakan isu penting yang harus segera ditangani. 

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, dampak bencana dapat diminimalisir, sehingga kualitas hidup dan kesehatan masyarakat tetap terjaga meskipun menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, pemerintah perlu memperhatikan perbaikan dan pelebaran saluran air limbah, terutama di daerah yang sering dilanda banjir.

Langkah-langkah ini tidak hanya akan membantu mengurangi risiko banjir, tetapi juga mengurangi dampak penyakit menular yang bisa muncul akibat air tergenang, seperti demam berdarah dengue (DBD).

Cuaca ekstrem di Aceh ini mengingatkan kita bahwa perubahan iklim dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting yang harus segera diatasi. Dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, dampak dari bencana banjir bisa diminimalisir, serta kesehatan warga dapat tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang terus berubah.

Penelitian-penelitian di Aceh juga menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih tanggap terhadap perubahan iklim di masa depan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved