Minggu, 10 Mei 2026

Berita Banda Aceh

BPS Aceh Tekankan Pentingnya Data Berkualitas, Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026

BPS Provinsi Aceh menegaskan pentingnya peran data yang berkualitas dalam mendukung pengambilan kebijakan publik yang tepat sasaran.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Indra Wijaya
BERI SAMBUTAN - Kepala BPS Aceh, Agus Andria menyampaikan sambutan pada acara workshop bersama wartawan di Kantor BPS Aceh, Selasa (10/2/2026). 

Secara umum, puncak panen padi di Aceh terjadi pada Maret–April dan September–Oktober. Pada 2025, puncak panen tercatat pada Maret dan September. 

Sementara periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mengalami penurunan luas panen akibat bencana yang terjadi pada November sebelumnya.

Meski demikian, Aceh tetap berada di peringkat 10 nasional sebagai daerah dengan produksi padi terbesar dan masih berperan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Kontribusi produksi beras Aceh

Sementara itu, Akademis USK, Saiful Bahri menyebutkan kontribusi produksi beras Aceh mencapai 3,12 persen dari produksi nasional, menempatkan Aceh di peringkat ke-8 nasional pada 2024. 

Produktivitas padi Aceh juga konsisten berada di atas rata-rata nasional, meski masih menghadapi tantangan ketimpangan teknologi dan keterbatasan infrastruktur, khususnya irigasi.

Selain padi, sektor pertanian Aceh juga ditopang komoditas jagung dan perkebunan, terutama kopi arabika yang dikenal sebagai salah satu unggulan dunia. 

Produksi kopi relatif stabil selama 2020–2024, meskipun terdapat indikasi penurunan di wilayah Gayo. 

"Perubahan iklim turut menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko gagal panen dan mengganggu rantai pasok,” ucapnya.

Baca juga: Lulusan Perguruan Tinggi Penyumbang Pengangguran Terbanyak di Aceh, Cek Data BPS

Hal serupa juga dikatakan, oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Safrizal. 

Ia mengatakan, target produksi padi Aceh tahun 2026, yang didorong melalui optimasi lahan, pompanisasi, serta transformasi pertanian dari sistem tradisional ke modern. 

"Target tersebut mencakup luas tanam 352.676 hektare, luas panen 335.042 hektare, produktivitas 5,5 ton per hektare, dengan total produksi 1,83 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 1,15 juta ton beras,” pungkasnya.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Turun Puluhan Ribu Per Mayam Hari Ini, 10 Februari 2026 Dijual Segini

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved