Minggu, 14 Juni 2026

Harga Emas di Aceh

Transaksi Emas di Aceh Tamiang Masih Lesu, Harga Masih di Atas 9 Jutaan

Aktivitas jual beli emas di Aceh Tamiang masih lesu pascabanjir, dengan daya beli masyarakat belum pulih.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
TRANSAKSI EMAS SEPI - Harga emas di Aceh Tamiang masih berada di atas 9 jutaan rupiah per mayam, Selasa (10/2/2026). Transaksi emas di Aceh Tamiang masih sepi dampak belum pulihnya perekonomian warga usai terdampak banjir di akhir November 2025 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas jual beli emas di Aceh Tamiang masih lesu pascabanjir, dengan daya beli masyarakat belum pulih.
  • Harga emas tetap tinggi, emas London sekitar Rp9.100.000 per mayam, emas kadar 97 persen Rp8.700.000 per mayam, dan emas 22 sekitar Rp2.000.000 per mayam.
  • Pedagang berharap kondisi ekonomi segera membaik agar perdagangan emas kembali normal.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pedagang emas di Kabupaten Aceh Tamiang berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik setelah terdampak bencana banjir. 

Lesunya aktivitas jual beli emas masih dirasakan hingga saat ini, seiring belum pulihnya daya beli masyarakat.

Yuliza Susanti, pemilik Toko Emas Pasrah yang berada di Kompleks Pertokoan Kencana Indah, Kota Kualasimpang mengatakan, harga emas saat ini cenderung terkerek naik, mengikuti pergerakan harga emas global. 

Namun kondisi tersebut belum diiringi dengan peningkatan transaksi di tingkat pedagang.

“Harga emas London sekarang di kisaran Rp9.100.000 per mayam,” ujarnya. 

“Untuk emas kadar 97 persen, kini di harga Rp8.700.000 per mayam,” sebut dia. 

Baca juga: Update Harga Emas di Aceh: Banda Aceh, Abdya, Lhokseumawe, dan Langsa Kompak Alami Koreksi

“Sedangkan emas 22, harganya sekitar Rp2.000.000 per mayam, tergantung model perhiasan dan masing-masing toko,” kata Yuliza Selasa, (10/2/2026).

Transaksi Sepi

Kondisi saat ini, diakuinya, aktivitas jual beli emas masih sepi. 

Menurut Yuliza, bukan hanya pembeli yang berkurang, tetapi masyarakat yang ingin menjual emas juga tidak banyak.

“Yang beli sepi, yang jual juga sepi,” ungkap dia. 

“Mungkin karena masyarakat masih dalam kondisi sulit dan belum pulih pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang,” ujarnya.

Yuliza menilai, bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat.

Banyak warga yang masih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan membeli atau menjual perhiasan emas.

Ia pun berharap, Aceh Tamiang dapat segera bangkit dan kembali pulih seperti sediakala.

Baca juga: Daftar Harga Emas di Aceh Per Mayam 10 Februari 2026: Turun Lagi, Banda Aceh Kini di Bawah Rp9 Juta

Sehingga aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk perdagangan emas, bisa kembali berjalan normal.

“Mudah-mudahan Aceh Tamiang cepat bangkit dan pulih seperti biasa,” harapnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved