Berita Aceh Singkil
Tumbang Diduga Usai Santap Menu MBG, Puluhan Santri Dirawat di Rumah Sakit Aceh Singkil
Puluhan santri tersebut dilarikan ke rumah sakit, Rabu (11/2/2026) malam secara bergelombang.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Amirullah
Menu MBG itu sendiri diantar petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nasabe Sajan Yatim yang bersebelahan dengan pesantren sekitar pukul 10.00 WIB.
Seperti kebiasaan sebelumnya lantaran masih merasa kenyang sebab paginya sudah sarapan santri memindahkan menu MBG ke tempat yang dimilikinya masing-masing. Barulah setelah shalat zuhur dimakan.
Tidak semua santri yang santap menu MBG dirawat di rumah sakit. Ada beberapa santri yang mangaku hanya pusing sebentar setelah itu kembali normal.
"Sempat juga pusing, Alhamdulillah tidak lagi," kata seorang santriwati saat ditemui di Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil.
Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati, saat ditemui, Kamis (12/2/2026) mengatakan kejadian santrinya alami sakit massal usai pengajian sore selepas shalat ashar.
"Sekitar jam lima sore mereka muntah. Saya pikir masuk angin biasa, saya kasih air panas dan minyak kayu putih mereka pulang ke pondok putri," kata Hj Asmawati.
Namun sampai di pondok para santriwati banyak yang muntah. Mencegah hal tak diinginkan Hj Asmawati segera menghubungi pihak PT Nafasindo untuk meminta bantuan mobil ambulans serta mobil SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim untuk membawa santri ke rumah sakit.
"Setelah shalat magrib ada yang menyusul juga dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Terkait sakitnya para santri usai konsumsi menu MBG, Hj Asmawati mengaku tidak mau berspekulasi.
Kebiasaan dari santri sebutnya, mendapat menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan tersebut baru disantap setelah selesai shalat zuhur.
"Kalau masalah kena keracunan atau tidak saya tidak berani menduga. Karena pertama hasil lab belum keluar," ujarnya.
Hj Asmawati juga menyebutkan tidak semua santrinya sakit. Berdasarkan catatannya santri yang dirawat di RSUD Aceh Singkil ada 32 dan 1 orang ustadz pesantren.
Baca juga: Haji Uma Koordinasi dengan Satgas Nasional, Verifikasi Data Kerusakan Rumah Akan Diulang
Pada bagian lain Asmawati menyebutkan saat hari kejadian tidak ada santri yang jajan. Padahal biasanya dalam sehari kantin yang tersedia di kompleks pesantren mendapatkan Rp 200 ribu dari jajan santri.
"Saya cek tidak ada santri yang jajan. Heran juga apa mereka merasa tak enak perut, makanya tak jajan. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah kejadian," kata mantan anggota DPRK Aceh Singkil tersebut.
Mengenai makan sehari-hari santri untuk pagi dan malam dimasakkan pihak pesantren.
| Pejuang Pemekaran Aceh Singkil Diminta Ditabalkan Jadi Nama Jalan, Ini 10 Rekom Untuk Pemkab |
|
|---|
| Kontroversi Hari Jadi Aceh Singkil, Lahir Tanggal 20, Diperingati 27 April |
|
|---|
| Refleksi 27 Tahun Kabupaten Aceh Singkil di Mata Pegiat Literasi Wanhar Lingga |
|
|---|
| Segera Daftar! Pemasangan Listrik Gratis di Aceh Singkil Sampai 3 Mei 2026 |
|
|---|
| Polres Aceh Singkil Lakukan Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Santri-Pondok-Pesantren-Daarul-Musthofa-As-Singkil-di-Desa-Bukti-Harapan.jpg)