Kamis, 16 April 2026

Berita Aceh Singkil

Kronologis Santri Tumbang Diduga Usai Santap MBG di Aceh Singkil 

"Sekitar jam lima sore mereka muntah. Saya pikir masuk angin biasa, saya kasih air panas dan minyak kayu putih, mereka pulang ke pondok putri,"

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Dede Rosadi
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati. 

"Kalau masalah kena keracunan atau tidak saya tidak berani menduga. Karena pertama hasil lab belum keluar," ujarnya. 

Hj Asmawati juga menyebutkan tidak semua santrinya sakit.

Berdasarkan catatannya, santri yang dirawat di RSUD Aceh Singkil ada 32 orang dan 1 orang ustadz pesantren. 

Pada bagian lain Asmawati menyebutkan, saat hari kejadian tidak ada santri yang jajan.

Padahal biasanya dalam sehari kantin yang tersedia di kompleks pesantren mendapatkan Rp 200 ribu dari jajan santri. 

"Saya cek tidak ada santri yang jajan. Heran juga apa mereka merasa nggak enak perut, makanya tak jajan. Tahu-tahunya sore kejadian," kata mantan anggota DPRK Aceh Singkil tersebut. 

Mengenai makan sehari-hari santri untuk pagi dan malam dimasakkan pihak pesantren. 

Sedangkan makan siang, karena ada menu MBG tidak dimasakkan pihak pesantren. 

"Kalau biasnya kami di pondok ini, bukan santri yang masak. Pagi dimasakin karena ada yang masak. Siang karena ada menu MBG tidak masak takut mubazir karena santri kalau udah makan nggak makan lagi. Sore masak lagi untuk malam," tukasnya.

Ia berharap para santrinya segera pulih seperti sedia kala.

"Segera sehat, ada juga yang ga kena mungkin karena fisik mereka kuat," ujarnya.(*)

 

 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved