Banjir Landa Aceh
Hati-hati saat Lintasi Jembatan Alue Limeng
Kalau kendaraan roda empat dari Teupin Mane ke Alue Limeng belum dapat melintasinya. FAUZAN, Warga Simpang Jaya
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 28 jembatan dilaporkan putus. Ialah terdiri dari delapan unit jembatan rangka baja, empat jembatan kayu, dan 16 jembatan beton berbagai ukuran yang tersebar dari Kecamatan Samalanga hingga Gandapura.
- Kendaraan roda empat dari arah Teupin Mane ke Alue Limeng belum bisa melewati karena jembatan patah dan putus.
- Ruas jalan kabupaten sepanjang 7 Km mulai dari Teupin Mane menuju ke Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Bireuen mengalami rusak parah
Kalau kendaraan roda empat dari Teupin Mane ke Alue Limeng belum dapat melintasinya. FAUZAN, Warga Simpang Jaya
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025, meninggalkan kerusakan parah di sektor Prasarana atau infrastruktur.
Sebanyak 28 jembatan dilaporkan putus. Ialah terdiri dari delapan unit jembatan rangka baja, empat jembatan kayu, dan 16 jembatan beton berbagai ukuran yang tersebar dari Kecamatan Samalanga hingga Gandapura.
Jembatan rangka baja Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, dilaporkan rusak parah, dan putus. Malahan, kondisi rangka jembatan itu miring. Karena itulah, warga mengharapkan Pemkab segera memperbaiki agar kendaraan roda empat bisa melintasinya.
Amatan Serambi, kondisi jembatan tersebut hingga Selasa (17/2/2026) belum ada tanda-tanda perbaikan. Kendaraan roda empat dari arah Teupin Mane ke Alue Limeng belum bisa melewati karena jembatan patah dan putus. Hingga kini, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintasinya.
Fauzan, warga Simpang Jaya ditemani sejumlah penduduk lainnya mengatakan, jembatan ini merupakan akses utama dari Teupin Mane, Simpang Jaya, Alue Limeng menuju Salah Sirong, Bivak, Krueng Simpo, hingga Juli. Hanya saja, hingga sekarang belum diperbaiki atau dibangun baru.
Di bagian timur jembatan sudah ambruk dan lantai miring ke arah utara. Sehingga, warga terpaksa memasang papan darurat di dekat oprit untuk dilintasi kendaraan roda dua, sedangkan roda empat belum bisa melintas.
Kendaraan roda dua jalur tersebut sangat beresiko karena posisi miring dapat membuat pengendara jatuh ke sungai bila kurang hati-hati. Bagian tengah jembatan juga tampak miring.
Sementara di ujung barat, sebagian struktur sudah digerus sungai. “Kalau kendaraan roda empat dari Teupin Mane ke Alue Limeng belum dapat melintasinya,” ujarnya.
Kendaraan roda dua dibenarkan melintas. Meski demikian, jalur ini tetap berbahaya bagi pengendara roda dua, sedangkan kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas.
Tiang utama di bagian bawah jembatan juga terlihat miring akibat hantaman banjir, dan terkikisnya pondasi oleh arus sungai. Fauzan dan rekannya menambahkan, kerusakan jembatan rangka baja Alue Limeng menuju ke Salah Sirong berdampak besar bagi mobilitas masyarakat.
Jalur ini merupakan penghubung vital dari Teupin Mane, Simpang Jaya, dan Alue Limeng menuju Salah Sirong serta tembus ke Blang Bladeh. “Kalau kendaraan roda empat bisa ke Alue Limeng maupun ke Salah Sirong mulai dari Blang Bladeh ke Blang Gandai, Cot Meugoe, Alue Limeng. Kalau roda empat dari Alue Limeng ke Teupin Mane harus berputar lagi karena jembatan tidak bisa dilewati roda empat,” ujarnya.
Masyarakat berharap Pemkab Bireuen segera mengambil Langkah darurat untuk memperbaiki jembatan tersebut. Tanpa perbaikan segera, warga khawatir kondisi jembatan akan semakin mengkhawatirkan dan menimbulkan korban.(yus)
7 Km Jalan Rusak Parah
Ruas jalan kabupaten sepanjang 7 Km mulai dari Teupin Mane menuju ke Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Bireuen mengalami rusak parah setelah dihantam banjir akhir November lalu 2026.
Badan jalan yang beraspal sebagian sudah terkelupas, dan hampir putus. Selain banyaknya kendaraan melintas, juga digerus air dari perbukitan semakin memperparah ruas jalan tersebut.
Jembatan Alue Limeng
Banjir Landa Aceh
Hati-hati saat Lintasi Jembatan Alue Limeng
penanganan jembatan rusak
Jembatan rusak di Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Disdikbud Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Darurat Pasca Banjir, Utamakan Keselamatan Siswa |
|
|---|
| Kadin Tinjau Pembangunan Rumah Bantuan Bagi Penyintas Banjir di Pidie jaya |
|
|---|
| Tamiang Kebut Pembangunan Huntara |
|
|---|
| Warga Lubuksidup, Aceh Tamiang Mulai Direlokasi ke Huntara |
|
|---|
| Safrizal Minta Pembangunan Jembatan Dikebut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Hati-hati-saat-Lintasi-Jembatan-Alue-Limeng.jpg)