Rabu, 3 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Menteri PU Janji Huntara Tuntas Sebelum Lebaran

Kalau soal anggaran, kita tidak pernah berpikir angka. Selama tanah siap, kita langsung kerjakan. Itu perintah BNPB dan arahan presiden

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI KAMIS 20260226 
Ringkasan Berita:
  • Dody Hanggodo, Menteri PU menargetkan tambahan hunian sementara di Aceh Tamiang selesai sebelum Lebaran, agar para penyintas banjir segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.
  • Sebanyak 8.562 unit hunian sementara (huntara) di Aceh telah selesai dibangun 100 persen. 
  • Secara nasional, Kementerian PU telah membangun sedikitnya 102 blok hunian sementara di berbagai daerah terdampak, dan jumlah itu terus bertambah mengikuti permintaan pemerintah daerah melalui BNPB

Kalau soal anggaran, kita tidak pernah berpikir angka. Selama tanah siap, kita langsung kerjakan. Itu perintah BNPB dan arahan presiden. Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum RI

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo mendatangi hunian sementara (huntara) 2 korban banjir di Kampung Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, saat waktu sahur, Rabu (25/2/2026). Dody menargetkan tambahan hunian sementara di Aceh Tamiang selesai sebelum Lebaran, agar para penyintas banjir segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.

Kunjungan dini hari itu diisi makan sahur bersama warga dan shalat Subuh berjamaah di Huntara 2 milik Kementerian PU, lokasi yang menampung penyintas banjir bandang awal tahun ini. “Pagi ini kita silaturahmi dengan penghuni huntara. Di sini ada 13 blok, di belakang ada tujuh blok lagi, total 20 blok. Warga terlihat berbahagia, meski memang masih ada keluhan,” kata Dody di lokasi.

Ia mengakui sebagian warga masih bertahan di tenda darurat dan meminta percepatan pembangunan. Pemerintah, kata dia, menargetkan penyelesaian tambahan huntara sebelum Lebaran. “Ada empat titik lagi yang diminta untuk kita kerjakan di Tamiang. Insyaallah kita kejar supaya para pengungsi bisa segera menempati huntara,” ujarnya

Secara nasional, Kementerian PU telah membangun sedikitnya 102 blok hunian sementara di berbagai daerah terdampak, dan jumlah itu terus bertambah mengikuti permintaan pemerintah daerah melalui BNPB. “Kalau soal anggaran, kita tidak pernah berpikir angka. Selama tanah siap, kita langsung kerjakan. Itu perintah BNPB dan arahan presiden,” kata Dody.

Namun di balik percepatan pembangunan, persoalan dasar masih membayangi kehidupan penghuni.

Indra Syahputra, salah satu warga Huntara 2, menyebut dua masalah utama yang belum tertangani, yakni air bersih dan pengelolaan sampah.

“Airnya masih kurang layak dan berbau. Kami berharap PDAM bisa masuk ke sini supaya airnya bisa dikonsumsi,” kata Indra. Ia juga meminta pemerintah daerah mengangkut sampah setiap hari karena kondisi huntara yang padat membuat lingkungan cepat kotor.

Menanggapi keluhan air, Dody mengatakan pemerintah sedang memperbaiki sistem air bersih di Karangbaru, termasuk pembangunan dua instalasi PDAM. “Harapannya sebelum akhir tahun sudah selesai, sehingga kebutuhan air bisa lebih baik,” katanya.

Soal polemik video viral seorang nenek yang disebut diusir dari huntara, Dody menegaskan kebijakan penentuan penghuni sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah. “Kami hanya membangun huntara dan fasilitasnya. Soal siapa yang menempati itu kebijakan Pemda,” ujarnya.

Di hunian sementara tersebut, kunjungan itu menunjukkan upaya pemulihan terus berjalan, seiring percepatan pemerintah dalam menyiapkan tempat tinggal yang lebih layak bagi para penyintas.

Aceh Utara

Bukan hanya di Aceh Tamiang, di Aceh Utara pun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan 44 blok hunian sementara (huntara) rampung sebelum Lebaran agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempatinya. Dody Hanggodo mengatakan, dari total 44 blok huntara yang ditangani, sebagian di antaranya sudah selesai dan mulai dihuni warga, termasuk di Kecamatan Langkahan. "Di sini ada 5 blok, jadi ada sekitar 60 kepala keluarga. Di lokasi lainnya ada lagi sekitar 9 blok. Dengan total huntara yang kita tangani di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 44 blok," kata Dody saat meninjau lokasi, Selasa (24/2/2026), sebagaimana ditulis Kompas.com, Rabu (25/02/2026).(mad)

Baru 8.562 Unit Huntara Rampung 

Sebanyak 8.562 unit hunian sementara (huntara) di Aceh telah selesai dibangun 100 persen. Data tersebut merupakan rekapitulasi sementara pembangunan huntara di sejumlah kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh, yang diupdate pada Selasa (24/2/2026).

Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA, mengatakan seluruh unit huntara tersebut telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat penerima manfaat.

Berdasarkan data rekapitulasi, kata Safrizal, Kabupaten dengan jumlah pembangunan huntara terbanyak adalah Aceh Utara sebanyak 2.254 unit. Disusul Aceh Timur dengan 1.554 unit, kemudian Aceh Tamiang sebanyak 1.295 unit, dan Gayo Lues sebanyak 1.148 unit.

“Kemudian Bener Meriah mencatat 777 unit, diikuti Pidie Jaya sebanyak 590 unit, serta Aceh Tengah dengan 475 unit,” sebut Safrizal.

Berikutnya terdapat Nagan Raya sebanyak 350 unit, Kota Lhokseumawe sebanyak 67 unit, dan Kota Langsasebanyak 34 unit. Sementara itu, jumlah paling sedikit terdapat di Pidie dengan 12 unit dan Aceh Barat sebanyak 6 unit.

Meski capaian pembangunan huntara di Aceh telah dinyatakan rampung 100 persen sebanyak 8.562 unit, angka tersebut masih jauh dari total kebutuhan hunian huntara yang ditetapkan sebanyak 19.993 unit di seluruh wilayah terdampak bencana.

Artinya, realisasi huntara yang telah selesai saat ini baru mencakup kurang dari separuh dari total kebutuhan penanganan tempat tinggal bagi masyarakat terdampak. Masih terdapat selisih 11.431 unit yang harus dikejar untuk memenuhi keseluruhan target 19.993 unit.

Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan pascabencana di Aceh masih membutuhkan percepatan dan dukungan lintas sektor agar seluruh korban terdampak dapat segera memperoleh hunian yang layak dan permanen.(ra)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved