Opini
Jalan Baru Aceh: Meniti Tangga Ekonomi dengan Kacamata Wilayah
ekonomi Aceh diprediksi pulih di semester kedua 2026 dan tumbuh di kisaran 4,4 hingga 4,5 persen, optimisme itu seperti oase di tengah gersangnya
Kedua, dengan menciptakan simpul-simpul pertumbuhan baru di seluruh Aceh. Pembangunan infrastruktur konektivitas harus diarahkan untuk mendistribusikan kemakmuran, bukan mengerucutkannya. Pemerintah kabupaten/kota harus proaktif, jangan hanya jadi penonton di rumah sendiri.
Ketiga, dengan menjadikan manusia sebagai episentrum pembangunan. Program rehabilitasi pascabencana jangan hanya berhenti pada membangun rumah, tetapi membangun penghuni rumah yang berdaya saing.
Tantangan ke depan tidak ringan. Upah minimum yang belum ditetapkan karena status darurat bencana bisa menjadi dilema: di satu sisi melindungi daya beli, di sisi lain menjaga iklim investasi. Namun, dengan pijakan teori yang kokoh dan data yang akurat, Aceh memiliki peta jalan untuk bangkit. Bencana telah meratakan banyak hal, mari kita pastikan kita membangun kembali bukan hanya apa yang dulu ada, tetapi sesuatu yang jauh lebih baik: Aceh yang mandiri, berdaulat secara ekonomi, dan berkeadilan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/apridarrr.jpg)