Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Besar

TA Khalid Tinjau Pusat Pemurnian Sapi Aceh, Ajak Masyarakat Kembangkan Ternak Lokal

TA Khalid meninjau Balai Pembibitan Ternak Unggul Indrapuri, Aceh Besar, dan melihat progres signifikan dalam pemurnian Sapi Aceh.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Rianza Alfandi
PEMBIBITAN SAPI ACEH – Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, TA Khalid meninjau pusat pembibitan Sapi Aceh di BPTU-HPT, di Gampong Reukih Dayah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (28/2/2026). 

Salah satu penyebab utamanya adalah praktik perkawinan sedarah dan tidak adanya seleksi bibit di tingkat peternak.

Menurutnya, persoalan utama bukan pada ketersediaan pakan, melainkan pada manajemen pembibitan.

“Penyebabnya itu inbreeding, tidak ada seleksi sama sekali di masyarakat. Bahkan sapi-sapi ternak mereka yang bagus itu justru mereka jual, dan yang ditinggal itu sapi-sapi yang tidak layak untuk kawin,” jelas Yanhendri.

Akibatnya, kualitas genetik terus menurun dan ukuran tubuh sapi semakin kecil. 

Untuk mengatasi itu, balai menyiapkan pejantan-pejantan unggul bersertifikat yang bisa didistribusikan ke masyarakat.

“Makanya di sini kita siapkan jantan-jantan unggul. Agar sapi-sapi jantan yang ada di masyarakat dijual semua dan diganti dengan jantan unggul yang ada di kita,” ujarnya.

Baca juga: TA Khalid Luapkan Kekecewaannya ke Menteri Trenggono karena Tak Beri Kabar Tinjau Lokasi Banjir Aceh

Saat ini, kata dia, total populasi Sapi Aceh di balai tersebut mencapai sekitar 1.600 ekor. 

Pola pemeliharaan dilakukan dengan dua metode, yakni penggembalaan dan intensif.

Untuk padang gembala dikhususkan bagi sapi betina, sementara intensif yakni untuk sapi jantan dengan tujuan menghasilkan bibit unggulan. 

Sapi jantan unggul yang dipelihara secara intensif itulah yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat dengan mekanisme penjualan.

“Tujuan dibeli pun tidak boleh untuk dipotong. Semua ini bibitnya bersertifikat, karena tujuannya untuk pengembangan sapi Aceh di masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa prosedur pembelian bisa dilakukan secara langsung maupun melalui aplikasi “LeLeumo”. 

Hasil penjualan tersebut masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Menuju Edu Wisata

Yanhendri juga mengungkapkan, bahwa selain sebagai pusat pembibitan Sapi Aceh, balai ini dalam waktu dekat juga bakal difungsikan sebagai tempat wisata edukasi. 

Selama ini kunjungan umum masih dibatasi karena kekhawatiran penularan penyakit ternak seperti PMK.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved