Minggu, 12 April 2026

Sagoe UIN Ar Raniry

Gunakan Smart TV hingga VR, FTK UIN Ar-Raniry Integrasikan Teknologi Terkini dalam Pembelajaran

Dekan FTK, Prof. Safrul Muluk, M.A., M.Ed., Ph.D, mengatakan peningkatan fasilitas dan kualitas pembelajaran berdampak....

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: IKL
Humas UIN Ar Raniry
MENCOBA VR – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman, didampingi Dekan FTK Prof Safrul Muluk, mencoba teknologi VR untuk pembelajaran, di stan FTK pada kegiatan Expo Milad ke-62 UIN Ar-Raniry tahun lalu. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh (FTK) terus memperkuat transformasi pembelajaran berbasis teknologi terkini. Selain memiliki 13 prodi reguler dan satu Program Profesi Guru (PPG), fakultas ini kini mengintegrasikan smart TV hingga teknologi Virtual/Augmented Reality (VR/AR) dalam proses perkuliahan, khususnya pada mata kuliah micro-teaching.

Dekan FTK, Prof. Safrul Muluk, M.A., M.Ed., Ph.D, mengatakan peningkatan fasilitas dan kualitas pembelajaran berdampak langsung terhadap minat calon mahasiswa. 

“Dari 14 prodi yang ada, 13 prodi kita berakreditasi unggul dan satu prodi berakreditasi baik sekali. Ini terefleksi pada peningkatan jumlah mahasiswa yang berminat setiap tahunnya,” ujar Prof Safrul, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, fasilitas micro-teaching kini telah menggunakan smart TV, perangkat teknologi terbaru, termasuk VR/AR untuk mendukung simulasi pembelajaran. 

Para dosen pengampu juga rutin mendapatkan bimbingan teknis setiap semester agar mampu memaksimalkan penggunaan perangkat instruksional berbasis teknologi.

“Mahasiswa kita sekarang sangat ahli dalam penggunaan teknologi. Mereka tidak hanya memanfaatkan komputer dan smartphone, tetapi juga aplikasi online seperti Canva dan Grammarly, termasuk pemahaman pencegahan plagiarisme,” ujarnya.

Menurutnya, integrasi teknologi instruksional menjadi salah satu keunggulan FTK dalam sosialisasi penerimaan mahasiswa baru.

Pada rumpun MIPA, FTK memiliki enam program studi, yakni Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Teknik Elektro, dan Pendidikan Teknologi Informasi. Dalam mendukung semua prodi itu, Safrul memastikan seluruh laboratorium dalam kondisi baik dan terbarukan. 

“Saya sudah meninjau langsung kesiapan lab, bahan habis pakai, dosen pengampu hingga asisten dosen. Semua tersedia untuk mendukung praktik mahasiswa,” jelasnya.

Dari sisi sumber daya manusia, mayoritas dosen FTK merupakan lulusan S2 dan S3 luar negeri, terutama pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Hal ini turut memperkuat daya saing lulusan.

Ia menjelaskan, FTK juga menerapkan kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja dan daya saing global. Salah satu profil lulusan yang dikembangkan adalah edupreneur. 

“Lulusan kita tidak melulu menjadi guru atau ASN, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Kurikulum OBE memungkinkan alumni kita bersaing hingga ke luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain PPG, FTK juga menjalankan program PPKPM dan PKM Internasional, salah satunya ke Thailand. Program ini membantu mahasiswa menyelesaikan studi lebih cepat, yakni dalam 7 hingga 8 semester. 

Untuk tugas akhir, mahasiswa juga didorong menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi Sinta 4 dan Sinta 5.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved