Info DPRK Banda Aceh
Iqbal Djohan Imbau Warga Banda Aceh Tak Panic Buying BBM, Minta Pemerintah dan Pertamina Antisipasi
Iqbal Djohan menilai, aksi memborong BBM justru berpotensi memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di
Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Anggota DPRK Banda Aceh Teuku Iqbal Djohan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying BBM di tengah kekhawatiran dampak konflik global.
- Ia menilai antrean panjang di SPBU sering terjadi karena lonjakan permintaan akibat kepanikan, bukan karena kelangkaan stok BBM.
- Iqbal meminta Pertamina memperkuat pengawasan distribusi serta meningkatkan komunikasi publik agar isu ketersediaan BBM tidak memicu keresahan masyarakat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi Partai NasDem, Teuku Iqbal Djohan SE, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan.
Iqbal Djohan menilai, aksi memborong BBM justru berpotensi memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banda Aceh.
Keresahan masyarakat terkait ketersediaan energi belakangan ini muncul seiring meningkatnya tensi geopolitik global, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Namun, menurut Iqbal, kekhawatiran berlebihan justru dapat menciptakan ketidakstabilan di tingkat lokal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Kondisi ini dapat ditangani dengan baik oleh pemerintah bersama Pertamina,” ujar Iqbal kepada Serambinews.com, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Jangan Panic Buying BBM, Ingat Timbun BBM Bisa Dipenjara Serta Denda Capai Rp60 Miliar
Politisi Partai NasDem itu menjelaskan, antrean panjang di SPBU sering kali bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan lonjakan permintaan secara tiba-tiba akibat kepanikan masyarakat.
Ia menambahkan, kondisi tersebut justru dapat merugikan masyarakat karena berpotensi menghambat kelancaran aktivitas transportasi dan perekonomian di Banda Aceh.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh itu berharap Pertamina terus memperkuat pengawasan di lapangan agar distribusi BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Iqbal juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan terkait ketersediaan stok BBM guna meredam berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena mekanisme distribusi energi kita sudah teruji dalam berbagai situasi krisis.
Yang terpenting saat ini adalah menjaga kondusivitas kota agar roda ekonomi tetap berjalan normal,” pungkasnya. (*)
Baca juga: Kapolda Aceh Minta Masyarakat Beli BBM Sesuai Kebutuhan, Penimbun Bisa Dipidana
| Politisi Gerindra Irwansyah Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Alue Naga |
|
|---|
| Ketua DPRK Ungkap Kasus Pencurian, Judol Hingga Peredaran Narkoba Masih Marak di Banda Aceh |
|
|---|
| Peringati HUT ke-18, Irwansyah Tegaskan Gerindra Terus Berjuang Bersama Rakyat |
|
|---|
| Iskandar Mahmud Ucap Selamat ke Kapolresta Banda Aceh yang Baru |
|
|---|
| Dayah Babussa’adah Tgk Chik Maharaja Gurah Gelar Maulid dan Haul Abu Hamdan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Iqbal-Djohan-soal-BBM.jpg)