Senin, 18 Mei 2026

Berita Aceh Besar

452 Guru Beut Kitab Lulus Seleksi, Pemkab Terapkan di Seluruh Sekolah di Aceh Besar

“Alhamdulillah sudah bisa kita finalkan untuk persoalan guru-guru di dua belas wilayah. Ini langkah penting untuk memperkuat pendidikan agama di...

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/FOTO/MC ACEH BESAR
PIMPIN RAPAT - Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris memimpin rapat evaluasi dan pelaporan hasil perekrutan pengajar Beut Kitab Bak Sikula di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat (6/3/2026) malam. 

Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Aceh Besar Rahmawati melaporkan bahwa kebutuhan guru untuk program Beut Kitab Bak Sikula mencapai 457 orang yang akan ditempatkan di 215 SD dan 89 SMP di seluruh Aceh Besar.

Pada tahap awal tahun 2025, pemerintah daerah telah merekrut 124 guru untuk program percontohan.

Selanjutnya pada seleksi tahun 2026 dilakukan perekrutan tambahan.

“Pada seleksi tahap kedua tahun 2026 dari kebutuhan 333 orang, sebanyak 276 orang dinyatakan lulus. Selain itu terdapat 42 guru dari kategori guru SPT tahun 2025 yang juga dinyatakan lulus,” jelas Rahmawati.

Selain itu terdapat pula 10 guru dari program Beut Kitab Bak Fauzul Kabir yang sudah lebih dahulu mengajar.

“Secara akumulasi, jumlah guru yang sudah lulus seleksi baik dari tahun 2025 maupun 2026 mencapai 452 orang, sehingga masih tersisa kekurangan lima orang lagi dari total kebutuhan 457 guru,” tambahnya.

Sekretaris Tim Seleksi Tgk. Nazar menyebutkan pada seleksi tahun 2026 terdapat 337 orang mendaftar, dengan 331 peserta mengikuti tes.

“Sebanyak 276 orang dinyatakan lulus, sementara 55 orang lainnya belum berhasil melewati seleksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan seleksi dilakukan dengan sistem 12 regional wilayah yang mencakup seluruh kecamatan di Aceh Besar untuk memudahkan distribusi dan penempatan tenaga pengajar.

Ketua Tim Seleksi Baba H. Marwan Abdullah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada timnya untuk melaksanakan proses seleksi tersebut.

Menurutnya seluruh tahapan seleksi telah dilakukan secara maksimal dengan memperhatikan arahan para ulama, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), serta dinas terkait.

“Ke depan kita berharap ada sinergi yang lebih kuat antara dayah dan lembaga pendidikan formal sehingga mampu mencetak generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak,” pungkasnya. (*)

 

 


 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved