Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Besar

452 Guru Beut Kitab Lulus Seleksi, Pemkab Terapkan di Seluruh Sekolah di Aceh Besar

“Alhamdulillah sudah bisa kita finalkan untuk persoalan guru-guru di dua belas wilayah. Ini langkah penting untuk memperkuat pendidikan agama di...

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/FOTO/MC ACEH BESAR
PIMPIN RAPAT - Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris memimpin rapat evaluasi dan pelaporan hasil perekrutan pengajar Beut Kitab Bak Sikula di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat (6/3/2026) malam. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar akan meluncurkan program Beut Kitab Bak Sikula di seluruh sekolah pada Selasa pekan depan.

Hingga saat ini, sebanyak 452 guru telah dinyatakan lulus seleksi untuk mengajar program penguatan pendidikan agama tersebut.

Peluncuran program itu dibahas dalam rapat evaluasi dan pelaporan hasil perekrutan pengajar yang dipimpin langsung Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat (6/3/2026) malam.

“Alhamdulillah sudah bisa kita finalkan untuk persoalan guru-guru di dua belas wilayah. Ini langkah penting untuk memperkuat pendidikan agama di sekolah-sekolah kita,” ujar Muharram dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Tim Seleksi Beut Kitab Bak Sikula Baba H. Marwan Abdullah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Rahmawati S.Pd., M.Pd, Kabid Pendidikan Dasar Sanusi SE, tim asistensi bupati, jajaran Disdikbud serta tim seleksi.

Program yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar ini bertujuan memperkuat pendidikan agama Islam di sekolah formal, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Muharram menegaskan program tersebut tidak lagi bersifat percontohan, melainkan akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh sekolah di bawah Disdikbud Aceh Besar.

Launching nanti bukan lagi percontohan, tetapi sudah kita terapkan di seluruh sekolah,” katanya.

Untuk memudahkan pelaksanaan, pemerintah daerah juga mengatur sistem penempatan guru berdasarkan regional wilayah, sehingga mobilitas pengajar lebih efisien.

Baca juga: Patroli Subuh, Polres Aceh Besar Tegur Sejumlah Remaja Lakukan Balap Liar 

“Kita atur berdasarkan regional agar lebih efisien. Dengan begitu para guru tidak habis waktu di jalan dan bisa fokus mengajar,” jelasnya.

Selain peluncuran program tersebut, Pemkab Aceh Besar juga akan menyalurkan santunan kepada seluruh anak yatimyang telah terdata di wilayah tersebut.

“Walaupun jumlahnya tidak besar, ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada anak-anak yatim di Aceh Besar,” ujarnya.

Muharram juga mengungkapkan rencana kerja sama antara Pemkab Aceh Besar dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk memberdayakan para penghafal Al-Qur’an dan alumni dayah dalam program pendidikan agama di sekolah.

“Kita ingin mengutamakan kearifan lokal dan potensi sumber daya Aceh sendiri, khususnya para hafiz Al-Qur’an dan alumni dayah,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved