Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Panglima Laot Abdya Desak Pemerintah Aceh Benahi Pelabuhan Ujung Serangga Susoh

Menurut Indra, persoalan utama di pelabuhan tersebut adalah tidak tersedianya fasilitas sandar yang memadai. 

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Amirullah
Serambinews.com/HO
PELABUHAN UJUNG SERANGGA - Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), T Indra Kusuma. 

Ringkasan Berita:
  • Panglima Laot Abdya T Indra Kusuma mendesak Pemerintah Aceh segera membenahi Pelabuhan Ujung Serangga di Kecamatan Susoh karena dinilai sudah tidak layak menjadi tempat sandar boat nelayan.
  • Minimnya fasilitas sandar membuat nelayan harus memindahkan boat ke Pelabuhan Labuhan Haji di Aceh Selatan setelah bongkar ikan, sehingga menambah biaya operasional.
  • Kondisi pelabuhan juga meningkatkan risiko kecelakaan saat musim angin barat, sehingga pemerintah diminta segera mencari solusi.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani | Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), T Indra Kusuma, mendesak Pemerintah Aceh segera membenahi Pelabuhan Ujung Serangga di Kecamatan Susoh

"Kita menilai kondisi pelabuhan itu kini tidak lagi layak menjadi tempat sandar boat nelayan," kata Indra kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Menurut Indra, persoalan utama di pelabuhan tersebut adalah tidak tersedianya fasilitas sandar yang memadai. 

Akibatnya, sebut Indra, boat nelayan yang telah membongkar hasil tangkapan di Ujung Serangga terpaksa dipindahkan ke Pelabuhan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan.

“Setelah bongkar ikan di Ujung Serangga, boat harus dibawa ke Labuhan Haji untuk bersandar. Tentu nelayan harus mengeluarkan biaya tambahan,” kata Indra.

Kondisi itu, lanjutnya, telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi beban bagi nelayan. 

"Padahal, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Serangga merupakan aset Pemerintah Aceh yang seharusnya dapat difungsikan secara optimal," ujarnya.

Karena itu Indra meminta Pemerintah Aceh memberi perhatian serius terhadap kondisi pelabuhan tersebut.

Baca juga: Aceh Selatan Mulai Era Kelas Digital, Bupati Mirwan Launching Interactive Flat Panel di Sekolah

Ia juga berharap anggota DPR Aceh dari daerah pemilihan Aceh Dapil 9 ikut mendorong pembenahan fasilitas pelabuhan.

“Kami berharap gubernur, DPR Aceh, dan dinas terkait bersama-sama mencari solusi. Panglima Laot tentu tidak mampu menyelesaikan persoalan ini sendiri,” pintanya.

Indra menyebutkan kondisi pelabuhan saat ini cukup memprihatinkan. 

Minimnya fasilitas sandar, kata Indra, membuat nelayan menghadapi risiko tinggi, terutama saat musim angin barat melanda perairan barat selatan Aceh.

“Setiap musim angin barat hampir selalu ada musibah. Hampir setiap tahun ada boat nelayan yang tenggelam,” tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved