Berita Banda Aceh
Temui Wamenkes, Delegasi USK Bahas Kelanjutan Proyek RS Pendidikan
Pertemuan ini fokus membahas percepatan rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) USK, yang kini sedang dipersiapkan menjadi proyek prioritas
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Delegasi Universitas Syiah Kuala bertemu Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus untuk membahas percepatan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) USK.
- RSP USK sedang dipersiapkan masuk tahap Greenbook dan diusulkan mendapat dukungan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
- Rumah sakit ini dirancang mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pendidikan dokter, dan penelitian medis guna memperkuat layanan kesehatan di wilayah Barat Indonesia.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Delegasi Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan audiensi strategis dengan Wakil Menteri Kesehatan, dr Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Pertemuan ini fokus membahas percepatan rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) USK, yang kini sedang dipersiapkan menjadi proyek prioritas nasional.
Delegasi USK dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis, Prof Dr Ir Taufiq S M.Eng,IPU didampingi Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr dr Safrizal Rahman MKes., Sp.OT, serta Direktur Perencanaan dan Kemitraan USK, dr Iflan Nauval M.ScIH, Sp.GK (K).
Pembangunan RSP USK saat ini sedang dalam proses administratif menuju tahap Greenbook, sebagai salah satu proyek strategis yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Dalam pertemuan tersebut, USK memaparkan konsep desain rumah sakit yang mengedepankan integrasi antara layanan kesehatan modern dengan pusat riset medis.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Prof Taufiq S, menegaskan, kehadiran RSP ini akan menjadi lompatan besar bagi infrastruktur pendidikan di Aceh dan Indonesia.
Baca juga: Terbengkalai di Jantung Kota, Ketua DPRK Minta Lahan Eks Hotel Aceh dan Geunta Plaza Dijadikan RTH
"Kami berkomitmen memastikan desain dan operasional RSP USK nantinya tidak hanya memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional, tetapi juga menjadi ekosistem pendidikan dan riset yang unggul," katanya.
"Dukungan dari Kementerian Kesehatan sangat krusial agar konsep desain ini selaras dengan regulasi terbaru, sehingga saat masuk ke tahap Greenbook dan didanai oleh JICA, proyek ini benar-benar siap menjadi motor penggerak inovasi medis di wilayah Barat Indonesia," tambah Prof Taufiq.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus menyambut positif rencana pembangunan ini.
Ia berharap RSP USK mampu menjadi percontohan nasional dalam mengintegrasikan tiga fungsi utama rumah sakit pendidikan secara seimbang.
"Rumah sakit pendidikan yang ideal harus mampu menjadi tempat pelayanan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus ruang belajar yang optimal bagi dokter muda dan Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), serta mendorong lahirnya berbagai penelitian yang berkontribusi pada kemajuan ilmu kedokteran," ujar Wamenkes.
Desain RSP USK dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan modern yang terintegrasi dengan proses pendidikan klinik.
Baca juga: MIN 1 Banda Aceh Santuni dan Beli Baju Lebaran untuk Siswa Yatim
Dengan adanya dukungan internasional dan supervisi langsung dari Kemenkes, USK optimis rumah sakit ini akan menjadi pusat layanan kesehatan dan penelitian kedokteran yang unggul, serta memberikan dampak signifikan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Sumatera dan Indonesia secara luas. (mun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/audiensi-14022026.jpg)