Opini
Setahun Kota Kolaborasi: Semangat Kemajuan Kebersamaan
Bukan semata karena deretan penghargaan yang berhasil diraih, tetapi karena capaian tersebut menunjukkan satu hal yang lebih mendasar: tata kelola
Dari perspektif fiskal, kinerja penyerapan anggaran yang tinggi juga menjadi indikator penting efektivitas pemerintahan. Perencanaan yang baik, disiplin anggaran, serta percepatan implementasi program pembangunan menunjukkan bahwa birokrasi kota semakin adaptif terhadap tuntutan pembangunan yang cepat dan efisien.
Semua capaian tersebut pada akhirnya memperlihatkan satu pola yang sama: pembangunan Banda Aceh bergerak melalui pendekatan kolaboratif. Pemerintah kota tidak bekerja sendiri, tetapi membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan—instansi vertikal, komunitas masyarakat, sektor swasta, hingga lembaga internasional.
Misi Yang Belum Tuntas
Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh memiliki misi terintegrasi yang sedang dan akan dijalankan, meliputi: Meningkatkan kualitas pelayanan dasar, Meningkatkan tata kelola pemerintahan adaptif, inovatif, dan responsive, Memanfaatkan potensi sumber daya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kota, Meningkatkan nilai-nilai agama dan budaya, Memberdayakan generasi muda dan memajukan olahraga dan Menjaga kualitas lingkungan hidup.
Salah satu target besar Kota Banda Aceh adalah menjadi Kota Parfum Indonesia. Dengan memanfaatkan keunggulan komparatif ekosistem nilam dan rempah Aceh, inisiatif ini bertujuan menjadikan kota sebagai pusat hilirisasi industri parfum nasional melalui kolaborasi dengan produsen nasional-internasional, Universitas Syiah Kuala, serta komunitas petani. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tentu saja, capaian tahun 2025 bukanlah titik akhir. Ia adalah fondasi. Tantangan ke depan tetap besar: memperluas reformasi birokrasi, memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan daya saing investasi, serta menjaga kualitas pembangunan manusia agar terus meningkat.
Target IPM yang mendekati angka 90+ bukan sekadar ambisi statistik, tetapi simbol bahwa Banda Aceh ingin berada pada level kota dengan kualitas hidup yang sangat tinggi. Untuk mencapainya, konsistensi kebijakan, inovasi pemerintahan, serta partisipasi masyarakat harus terus diperkuat.
Namun jika melihat arah pembangunan yang telah ditempuh, Banda Aceh menunjukkan satu hal yang cukup meyakinkan: kota ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun sistem pemerintahan yang semakin transparan, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.
Dalam konteks pembangunan daerah di Indonesia, hal tersebut adalah fondasi yang paling menentukan. Sebab pada akhirnya, kota yang maju bukan hanya kota yang berkembang secara fisik, tetapi kota yang mampu membangun kepercayaan, kolaborasi, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya.
*) PENULIS Ir. Jalaluddin, ST, MT adalah Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh dan Sandra Parulian, SE adalah Founder dan CEO Yakorbis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banda-9ijkl.jpg)