Selasa, 21 April 2026

Banjir Landa Aceh

Cegah Penyakit Pernapasan Pasca Banjir, Mahasiswa STIKes Jabal Ghafur Pidie Hadirkan 'Pojok Ispa'

Ia menambahkan, pojok tersebut tersedia alat peraga seperti masker, sabun cuci tangan, cairan disinfektan, serta leaflet panduan pencegahan ISPA ...

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
PENCEGAHAN ISPA : Tim dosen bersama mahasiswa STIKes Jabal Ghafur Sigli, Pidie berfoto bersama di masjid  di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudue, Pidie Jaya. Tim dan mahasiswa melaksanakan pengadian masyarakat dengan fokus pencegahan ISPA pascabanjir. 

Ringkasan Berita:
  • Tim dosen dan mahasiswa STIKes Jabal Ghafur Sigli, Pidie menghadirkan inovasi “Pojok ISPA” sebagai upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Pidie Jaya pascabanjir.
  • Dilaksanakan pada 4–27 Februari 2026 di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudue, melibatkan kader kesehatan, pemuda, dan PKK.
  • Sumber dana berasal dari Kemdikbudristek/LLDIKTI XIII Aceh.
  • Pojok ISPA berfungsi sebagai pusat informasi kesehatan sederhana di rumah tangga.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Tim dosen bersama mahasiswa STIKes Jabal Ghafur Sigli, Pidie menghadirkan inovasi, sebagai upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di Pidie Jaya.

Kegiatan itu dipimpin Ketua Yayasan Kampus Jabal Ghafur, T Yasman Saputra, SH MH dan Ketua STIKes Jabal Ghafur, Drs Syamsuddin, MKes.

Pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi “Pojok ISPA” sebagai upaya pencegahan ISPA berbasis rumah tangga di Pidie Jaya pascabanjir. 

"Program itu diluncurkan, dengan sasaran meningkatkan kesadaran masyarakat, terhadap pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS," Ketua STIKes Jabal Ghafur, Syamsuddin, MKes, kepada Serambinews.com, Senin (16/3/2026). 

Menurutnya, tim yang melaksanakan kegiatan itu terdiri dari ketua Ns Nurul Atikah, SKep MKep, Ns Masri, SKep MKep dan Maifrizal, SKM MKM.

Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM STIKes Jabal Ghafur.

Program itu dilaksanakan tanggal 04 hingga 27 Februari 2026, di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudue, Pidie Jaya dengan melibatkan kader kesehatan, pemuda dan PKK. 

Untuk sumber dana kegiatan itu dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemdiktisaintek/ LLDIKTI XIII Aceh.

"Keuchik sangat senang hingga bertanggung jawab melaksanakan kegiatan tersebut," jelasnya. 

Ketua tim kegiatan, Ns Nurul Atikah, SKep MKep, menjelaskan, pascabencana banjir masyarakat rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Yakni, salah satu infeksi saluran pernapasan.

Kondisi lingkungan yang lembap, debu hingga kurangnya kebiasaan hidup bersih dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut. 

Untuk itu, diperlukan upaya pencegahan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, namun juga pada edukasi dan perubahan perilaku masyarakat.

Kata Nurul, melalui inovasi “Pojok ISPA”, tim pengabdian menghadirkan satu pusat informasi kesehatan sederhana di tingkat rumah tangga yang berisi berbagai media edukasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved