Kamis, 16 April 2026

Peluncuran Buku

Ustaz Qamar Syafawi Luncurkan Buku Perdana Peran Pesantren Selamatkan Generasi Bangsa

Ustaz Qamar Syafawi M.Pd, pimpinan pelaksanaan program pembinaan generasi Qurani Selamatkan Anak Aceh dengan Al-Qur’an (SANAQ), Senin (16/3/2026)

|
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
Ustaz Qamar Syafawi M.Pd, pimpinan pelaksanaan program pembinaan generasi Qurani Selamatkan Anak Aceh dengan Al-Qur’an (SANAQ), Senin (16/3/2026), meluncurkan buku perdananya tentang peran pesantren dalam menyelamatkan generasi bangsa. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ustaz Qamar Syafawi M.Pd, pimpinan pelaksanaan program pembinaan generasi Qurani Selamatkan Anak Aceh dengan Al-Qur’an (SANAQ), Senin (16/3/2026), meluncurkan buku perdananya tentang peran pesantren dalam menyelamatkan generasi bangsa.

Buku berjudul Pesantren, Kawah Candradimuka Pahlawan Bangsa dengan subjudul Merawat Generasi, Menjaga Asa diluncurkan saat penutupan program SANAQ di Aula Lama Setdakab Bireuen.

Ustaz Qamar yang juga Direktur Pesantren Ummul Qura Antarbangsa (UQA) Paya Lipah, Peusangan, Bireuen, kepada Serambinews.com, Selasa (17/3/2026), mengatakan buku tersebut mengupas serta menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, pesantren tidak hanya mengajarkan akhlak, tetapi juga membentuk akhlak. Pesantren mampu bertahan di tengah perkembangan zaman yang pesat serta melahirkan tokoh-tokoh dan pahlawan nasional.

Buku setebal 200 halaman ini dinilai bermanfaat bagi orang tua yang ingin anaknya sukses dunia dan akhirat. Selain itu, buku ini juga menjadi bahan bacaan bagi guru pesantren untuk meningkatkan kapasitas (upgrading skill), serta referensi bagi pimpinan pesantren dalam mengembangkan sistem pendidikan.

Dalam sampulnya, dijelaskan bahwa pesantren merupakan “kawah candradimuka” tempat akhlak, ilmu, dan keberanian ditempa menjadi satu.

Baca juga: Pesantren Masuk Sekolah, 29 Ribu Siswa Aceh Besar Mulai Belajar Kitab

Buku ini menelusuri bagaimana lembaga tradisional tersebut membina generasi santri menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan memiliki jiwa pengabdian.

Melalui kisah guru, santri, dan komunitas yang bergotong royong menghadapi berbagai tantangan—mulai dari kemiskinan, radikalisme, hingga kebutuhan kompetensi modern—pembaca disuguhkan gambaran konkret tentang pendidikan karakter yang memberi harapan bagi masa depan bangsa.

Dengan refleksi pedagogi pesantren, praktik pemberdayaan masyarakat, serta visi transformasi yang relevan di era global, buku ini mengajak pembaca untuk percaya bahwa merawat generasi berarti menjaga asa sebuah negeri.

Buku tersebut diterbitkan oleh CV Selfietera Indonesia, Yogyakarta. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved