Minggu, 12 April 2026

Idul Fitri 1447 H

Kenapa Idulfitri Indonesia Sering Berbeda dengan Arab Saudi, Ini Penjelasannya

Perbedaan penetapan Lebaran antara Indonesia dan Arab Saudi kerap menimbulkan diskusi di tengah masyarakat. 

Editor: Subur Dani
Serambinews.com
Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra SHI MH saat memantau hilal di Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penetapan Hari Raya Idulfitri antara Indonesia dan Arab Saudi kerap terjadi perbedaan. Seringnya, Arab Saudi lebih duluan sehari berlebaran ketimbang Indonesia.

Meski sama-sama berlandaskan pada perhitungan kalender hijriah, metode penentuan awal Syawal di kedua negara sering berbeda.

Fenomena ini tentu bukan hal baru dan bahkan sudah berulang kali terjadi dalam sejarah kalender Islam modern.

Seperti tahun ini, kemarin, Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. 

Baca juga: Di Ujung Barat, Sabang Menunggu Kepastian Lebaran 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi memutuskan hal ini setelah hilal tidak terlihat pada Rabu malam, 18 Maret 2026, sehingga Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.

Bukan hanya Arab Saudi, pengumuman serupa juga dilaporkan beberapa negara kepada warganya.

Mengutip Times of India, negara-negara yang merayakan hari pertama Lebaran pada Jumat (20/3/2026) antara lain, UEA– Turki– Bahrain– Qatar– Kuwait– Lebanon.

Indonesia Tetapkan 1 Syawal 21 Maret

Kamis, 19 Maret 2026, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan ini diambil lantaran hilal belum memenuhi kriteria visibilitas di seluruh titik pengamatan di Indonesia.

Dikutip Tribunnews.com, Penetapan hari kemenangan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, usai memimpin jalannya Sidang Isbat di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/3/2026) malam.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” tegas Nasaruddin di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Baca juga: Posisi Hilal 1 Syawal 1447 H di Aceh Sudah Diatas Ufuk, Kapan Sebenarnya Lebaran Idul Fitri 2026?

Dengan keputusan ini, bulan suci Ramadan tahun ini secara resmi digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Posisi Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS

Sebelum keputusan resmi ditetapkan, Sidang Isbat diawali dengan seminar terbuka yang menampilkan paparan posisi hilal oleh para ahli. 

Dalam sesi tersebut, metode penentuan awal bulan Qomariyah dikaji melalui pendekatan hisab rukyat dan ilmu falak. 

Indonesia saat ini menggunakan kriteria visibilitas hilal baru yang disepakati oleh MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved